Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo pada Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 94 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Krian, Sidoarjo, Jawa Timur didampingi kedua orang tua mereka mengikuti prosesi Tasyakuran dan Pelepasan Angkatan ke-22. Acara yang dimulai pukul 07.45 WIB ini berlangsung dengan lancar dan khidmat.
Kegiatan diawali dengan kirab megah para wisudawan memasuki auditorium. Para siswa tampil anggun dan gagah mengenakan seragam yang telah ditentukan: siswi perempuan memakai kebaya putih, jilbab putih dengan bawahan menyesuaikan, sedangkan siswa laki-laki mengenakan hem putih dan celana hitam. Penampilan mereka kian berwibawa dengan selempang hitam yang melingkar di dada.
Sebelum prosesi inti, para hadirin menikmati tampilan gebyar pentas seni. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Qalam, pertunjukan live music, tari persembahan, hingga aksi memukau dari ekstra Tapak Suci.
Keunikan lain terlihat saat empat perwakilan siswa menyampaikan pesan dan kesan menggunakan empat bahasa berbeda, yaitu Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Krian, Arum Ndalu, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam bagi para alumni.
”Kami berharap anak-anak tidak hanya mengejar prestasi formal, tetapi juga menjadi generasi yang sukses di dunia dan akhirat,” ujarnya.
Harapan senada disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Muhammad Kohar, S.Sos., M.Si. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membimbing anak.
”Kita harus selalu semangat mendidik dan takut meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah pengetahuan, lemah agama, lemah fisik, maupun kelemahan lainnya,” tegas Kohar.
Siswa Beprestasi
Dalam momen ini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan BUMS, Lala Intan Gemala, S.Pd, M.Pd membacakan daftar siswa berprestasi.
Di bidang akademik, penghargaan diberikan kepada Ali Zaenal Abidin, Arika Davina Khairana, Naura Aprilia Putri, dan Kanza Diara Indis. Sementara perlombaan akademik diraih oleh Daffa Zaidan Althaf dan Yardan Abdillah Santosa.
Prestasi non-akademik, apresiasi diberikan kepada Alvino Viko Setiawan (Liga Sidoarjo), Adinda Sekar Maulida (Atlet Tapak Suci Nasional), Azka Atharizz Wijaya dan Mutiara Aulia Putri Diarizky (Hizbul Wathan Tingkat Nasional), serta Umar Al Fatih (Bidang Al-Islam).
Keberhasilan lulus dengan nilai terbaik terbukti dari banyaknya siswa yang diterima di pondok pesantren dan sekolah negeri.
Salah satunya adalah Dzaky Assyauqi, siswa kelas 6 Abu Bakar yang lolos ke SMP Negeri 1 Krian melalui jalur Lisci. Putra dari pasangan Eko Sunaryo dan Zulfi Laily Fahriza ini mengaku sangat bahagia.
”Saya sangat senang, bangga, dan ini benar-benar menjadi surprise bagi saya,” ungkap Dzaky penuh syukur.
Sang ibu, Zulfi Laily Fahriza, tidak dapat membendung rasa harunya saat menceritakan perjuangan sang anak.
”Kami sangat bersyukur. Segala usaha ini diiringi dengan doa, belajar konsisten setiap habis subuh, serta latihan soal setiap hari. Alhamdulillah,” ucapnya berkaca-kaca.
Acara pun ditutup dengan bersalam-salaman dan foto bersama, menandai babak baru perjalanan alumni SD Muhammadiyah 1 Krian menuju masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments