Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pembinaan Guru dan Karyawan Muhammadiyah Perkuat Integrasi Islam Berkemajuan di Era Society 5.0

Iklan Landscape Smamda
Pembinaan Guru dan Karyawan Muhammadiyah Perkuat Integrasi Islam Berkemajuan di Era Society 5.0
Gaya Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Jati pada acara pembinaan Guru dan Karyawan PCM Wonokromo Surabaya. Foto: Basirun/PWMU.CO
Oleh : Basirun
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Surabaya menggelar kegiatan Pembinaan Guru dan Karyawan bertema “Integrasi Islam Berkemajuan dalam Pelayanan Publik dan Pembelajaran” pada Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya itu diikuti guru dan tenaga kependidikan dari berbagai amal usaha pendidikan Muhammadiyah di lingkungan Wonokromo.

Agenda tersebut dihadiri pimpinan dan majelis PCM Wonokromo, serta guru dan karyawan dari SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, SD Muhammadiyah 7 Jagir, SD Muhammadiyah 24 Ketingang, SMP Muhammadiyah 4 Gadung, dan SMA Muhammadiyah 3 Gadung. Turut hadir pula pimpinan ’Aisyiyah Cabang Wonokromo beserta guru dan karyawan TK ’Aisyiyah di bawah naungan Majelis Dikdasmen PCA Wonokromo.

Acara dipandu Munahar, S.H.I., M.Pd., selaku Kepala SD Musix Surabaya, yang mengarahkan jalannya kegiatan secara tertib dan komunikatif sejak awal hingga akhir.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Wonokromo Surabaya, Ir. Lukman Rahim, menekankan pentingnya penguatan literasi di kalangan pendidik. Menurutnya, literasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.

“Literasi harus terus dipertajam, karena literasi adalah jendela dunia. Dari literasi lahir cara berpikir yang luas dan sikap yang bijak dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan pembuka cakrawala berpikir bagi siswa.

“Jika guru berhenti membaca, maka sejatinya ia sedang menutup jendela dunia bagi murid-muridnya,” tambahnya.

Sementara itu, materi utama disampaikan Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.Sc., IPU, ASEAN Eng. yang mengangkat konsep Navigasi Society 5.0 melalui pendekatan paradigma.

Dalam paparannya, ia menjelaskan perbandingan antara paradigma materialistik dan paradigma berbasis tauhid (Faith of Tauhid). Ia menegaskan bahwa di era Society 5.0, manusia tidak boleh menjadi objek pasif yang dikendalikan teknologi.

SMPM 5 Pucang SBY

“Jangan sampai kita menjadi manusia yang digerakkan oleh algoritma. Kita harus menjadi manusia yang mengendalikan teknologi dengan akal sehat dan hati yang bersih,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan reflektif kepada peserta.

“Teknologi bisa membuat hidup lebih mudah, tetapi hanya iman dan akhlak yang membuat hidup menjadi bermakna,” tuturnya.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada konsep komunikasi inklusif melalui pendekatan qaulan, seperti qaulan kariman, qaulan ma’rufa, hingga qaulan baligha. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam membangun komunikasi efektif di lingkungan pendidikan maupun pelayanan publik.

Salah satu peserta mengaku mendapatkan sudut pandang baru dari kegiatan tersebut.

“Kami diingatkan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar materi, tetapi juga membimbing bagaimana anak menggunakan teknologi dengan benar. Ini sangat relevan dengan kondisi sekarang,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas guru dan karyawan Muhammadiyah, tidak hanya dalam aspek profesional, tetapi juga dalam membangun karakter dan nilai keislaman yang kuat di tengah perkembangan zaman. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 09/05/2026 09:17
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡