Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (23/9/2026), saat SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-77.
Kegiatan mengusung tema “Jati Diri Lokal, Prestasi Global: Menebar Nilai Islam Berkemajuan untuk Peradaban Dunia” tersebut diikuti seluruh murid kelas X, XI, dan XII.
Sejak pagi, ribuan murid hadir dengan seragam rapi dan mengikuti rangkaian acara secara kompak. Sebelum pengajian dimulai, suasana religius dibangun melalui khataman Al-Qur’an 30 juz yang dibaca secara serentak oleh seluruh murid.
Lantunan ayat suci kemudian berpadu dengan penampilan hadroh dan lagu-lagu Islami sehingga menghadirkan suasana yang teduh sekaligus semarak.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Sang Surya. Perpaduan semangat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman tersebut menjadi bagian dari karakter pendidikan SMA Muhi dalam membangun generasi yang memiliki kecintaan terhadap bangsa sekaligus berpegang pada nilai agama.
Kekompakan ribuan murid membuat Sportorium UMY menjadi ruang yang menyatukan energi positif seluruh warga sekolah. Pengajian Akbar tersebut tidak hanya menjadi agenda Milad ke-77, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan, keterampilan, dan prestasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan iman dan akhlak.
Kepala SMA Muhi, Drs H. Herynugroho, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa sehebat apa pun prestasi yang diraih, Al-Qur’an harus tetap menjadi sumber pedoman hidup.
Ia mengajak seluruh murid agar semakin tinggi ilmu, keterampilan, dan prestasi yang dimiliki, semakin kuat pula komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, pesan tersebut menjadi bagian penting dari makna tema Milad ke-77, yakni membangun jati diri lokal, meraih prestasi global, sekaligus menebarkan nilai Islam berkemajuan untuk peradaban dunia.
Pada kesempatan tersebut, kepala sekolah juga memberikan penghargaan kepada Sharisha Adhiella Maruti atas keberhasilannya meraih medali perak OSN 2026 bidang Kebumian di Malang.
Ia turut memberikan doa dan dukungan kepada kontingen tim tari FLS3N SMA Muhi yang sedang berjuang di tingkat nasional.
“Semoga prestasi ini menginspirasi seluruh warga sekolah,” demikian semangat yang disampaikan dalam momentum tersebut.
Kepala sekolah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian Milad ke-77 SMA Muhi.
Wakil Ketua PWM DIY, Gita Danu Pranata, S.E., M.M., berharap Pengajian Akbar tersebut menjadi penguat sekaligus kebanggaan bagi SMA Muhi untuk terus berkarya dan berprestasi.
Ia mendorong sekolah agar terus berinovasi, berkreasi, dan berani mencoba bersaing di tingkat global.
“Mari terus berprestasi dan berkreasi,” pesannya kepada warga SMA Muhi.
Dalam kesempatan tersebut, Gita Danu Pranata juga menyerahkan tiga penghargaan umrah kepada guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun sesuai urutan yang telah ditetapkan.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada sejumlah murid berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan pencapaian mereka.
Momentum tersebut menjadi penghormatan bagi para pengabdi sekaligus penyemangat bagi generasi muda untuk terus menorehkan prestasi.
Nuansa reflektif juga hadir melalui penyerahan buku “Muhi untuk Negeri” oleh Ketua Ikatan Alumni SMA Muhi, Ida Pujiastuti.
Buku tersebut memuat sejarah, profil alumni, serta berbagai sumbangsih alumni dari masa ke masa. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang SMA Muhi tidak terlepas dari kontribusi banyak generasi yang pernah belajar dan tumbuh di dalamnya.
Sementara itu, Ustaz Handy Bonny sebagai pembicara utama mengajak seluruh murid untuk berhati-hati dalam menempatkan cinta dan memilih pergaulan.
Ia mengingatkan murid untuk menghindari pacaran dan seks bebas serta tidak salah menempatkan rasa cinta. Menurutnya, berbagai konflik dapat muncul ketika cinta dan fanatisme tidak ditempatkan secara tepat.
Karena itu, murid diajak berhati-hati memilih teman, menjaga diri, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Menutup tausiyahnya, Ustaz Handy Bonny mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi perlu diraih melalui kerja keras dan disiplin.
Setiap langkah hendaknya diarahkan pada hal-hal yang diridai Allah sehingga cita-cita dapat dijaga dan perjuangan memiliki arah yang jelas.
Murid juga diajak untuk tidak mudah galau menghadapi kehidupan, melainkan terus bergerak, belajar, dan memperbaiki diri.
Pesan tersebut terasa semakin kuat setelah seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari khataman Al-Qur’an, hadroh, lagu Islami, hingga penghargaan prestasi, berlangsung dalam suasana kompak dan khidmat.
Pengajian Akbar Milad ke-77 SMA Muhi akhirnya ditutup dengan doa sekitar pukul 11.00 WIB.
Dari Sportorium UMY, semangat jati diri, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan tekad untuk terus berprestasi dibawa pulang oleh seluruh warga SMA Muhi sebagai bekal melangkah menuju masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments