Semangat memakmurkan masjid kembali diteguhkan dalam kegiatan Bincang-Bincang Pengurus Masjid Attaqwa Pogot Surabaya yang berlangsung usai kajian pagi, Sabtu (11/7/2026).
Forum yang diikuti pengurus takmir, pengurus pengajian ibu-ibu, LPIQ Attaqwa, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat.
Dalam arahannya, Ketua Takmir Masjid Attaqwa Pogot, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa amanah mengelola masjid bukanlah pekerjaan yang dilakukan hanya ketika ada waktu luang.
“Masjid harus menjadi rumah kedua bagi kita. Mengurus masjid tidak boleh dilakukan hanya kalau ada waktu. Sebaliknya, sebagai pengurus kita harus meluangkan waktu untuk mengurus rumah Allah. Dari sinilah keberkahan dan kemakmuran masjid akan lahir,” tegasnya.
Menurutnya, masjid yang hidup lahir dari pengurus yang memiliki rasa memiliki, bekerja dengan ikhlas, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi jamaah.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam berbagai langkah nyata. Selain membuka masjid setiap hari mulai 30 menit sebelum waktu Subuh hingga pukul 22.00 WIB, Masjid Attaqwa Pogot yang berlokasi di Jalan Pogot No. 1–3 Surabaya juga terus menghadirkan program-program yang memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat.
Salah satu ikhtiar yang kini mulai dikembangkan adalah perpustakaan masjid. Kehadiran perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak, remaja, hingga orang tua untuk memperluas wawasan keislaman, memperkuat budaya membaca, dan menumbuhkan tradisi menuntut ilmu di lingkungan masjid.
Bagi pengurus, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, tetapi menjadi simbol bahwa masjid adalah pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. Dengan membaca, berdiskusi, dan belajar di masjid, nilai-nilai Islam akan semakin membumi dalam kehidupan masyarakat.
Melalui forum ini, seluruh pengurus juga bersepakat untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan pelayanan jamaah, serta menghadirkan program-program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Harapannya, Masjid Attaqwa Pogot tidak hanya ramai oleh jamaah yang datang untuk beribadah, tetapi juga menjadi rumah kedua yang menghadirkan ketenangan, tempat menimba ilmu, mempererat ukhuwah, dan melahirkan gerakan dakwah yang mencerahkan.
“Masjid yang makmur bukan hanya dipenuhi oleh orang yang salat, tetapi juga oleh orang-orang yang belajar, mengajar, berdiskusi, dan melayani umat. Dari masjid yang hidup akan lahir masyarakat yang berilmu, beriman, dan berkemajuan.” (*)





0 Tanggapan
Empty Comments