SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya atau Spemma memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M dengan menggelar COSMIG 2026 atau Competition of Smart Muslim Generation 2026 serta aksi sosial bertajuk Humanitarian Hero Care, Senin (24/8/2026).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB itu memadukan kompetisi Islami dengan aksi kepedulian sosial sebagai upaya menanamkan keteladanan Rasulullah SAW kepada para siswa.
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Misbach Noehruddin, S.Si., M.M., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk karakter siswa melalui kompetisi sekaligus mendorong mereka menerapkan nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam COSMIG 2026, para siswa mengikuti delapan cabang perlombaan, yakni Story Telling Sirah Sahabat, Adzan, Tartil Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, Da’i Muda, Hijaiyah Challenge, Solo Vokal atau menyanyi lagu Islami, serta Cerdas Cermat.
Melalui berbagai kompetisi tersebut, siswa diajak menjunjung nilai kejujuran, sportivitas, serta mempererat persaudaraan antarpelajar.
Kegiatan tidak hanya berhenti pada kompetisi. Setelah itu, sekolah juga melaksanakan aksi sosial Humanitarian Hero Care sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap sesama.
Aksi sosial tersebut bersumber dari program gerakan penyiapan dana rutin atau RaSeDa yang dilakukan para siswa setiap hari Rabu.
Dana yang terkumpul kemudian didistribusikan dalam bentuk penghargaan dan santunan kepada sekitar 16 tokoh perintis serta penggerak Muhammadiyah di lingkungan PCM Ngagel.
“Tokoh-tokoh ini dinilai memiliki jasa besar dalam mendirikan dan memperjuangkan dakwah Muhammadiyah di kawasan Ngagel dan sekitarnya,” ujarnya.
Misbach berharap rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi tersebut dapat memberikan pengalaman bagi siswa untuk tidak hanya memahami nilai keislaman secara teori, tetapi juga menerapkannya melalui tindakan nyata.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Apresiasi terhadap program RaSeDa juga disampaikan Eddin Fithri Wasi’an, putra dari tokoh perintis Muhammadiyah PCM Ngagel, Prof. K.H. ‘Abdullah Wasi’an.
Menurut Eddin, program tersebut merupakan terobosan yang positif dan kreatif. Ia berharap gerakan tersebut dapat terus dilanjutkan.
”Sangat bagus dan kreatif banget. Sejak dulu Spemma dan PCM Ngagel memang dikenal dengan ide-idenya yang kreatif. Kami sangat mendukung program RaSeDa ini untuk terus dilanjutkan sampai kapan pun dan oleh siapa pun kepemimpinannya nanti,” ujar Eddin.
Sebagai bagian dari keluarga perintis PCM Ngagel, Eddin juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya sikap inklusif dan gotong royong dalam mengembangkan dakwah Muhammadiyah.
”Pesannya, majukan Muhammadiyah, khususnya Cabang Ngagel. Berbuat baiklah kepada siapa saja, hilangkan ego, dan rangkul semua lapisan masyarakat serta komunitas. Terus sumbang ide-ide kreatif kekinian. Gunakan prinsip ATM—Amati, Tiru, Modifikasi,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh elemen sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, kepala sekolah, guru, siswa, hingga satpam, untuk memiliki pola pikir yang progresif dan terbuka terhadap gagasan baru.
”Dari pimpinan teratas, kepala sekolah, guru, siswa, hingga satpam, kalau bisa punya pemikiran yang out of the box. Punya gagasan yang beda dari yang lain, namun tetap berada di jalur yang benar, yaitu jalur Islami dan Muhammadiyah,” tambahnya.
Eddin berharap Spemma dapat berkembang menjadi barometer dan mercusuar pendidikan Muhammadiyah, tidak hanya di tingkat Surabaya dan Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional.
Ia menyinggung keteladanan sang ayah, Prof. K.H. ‘Abdullah Wasi’an, yang namanya masuk dalam buku 100 Tokoh Muhammadiyah yang Menginspirasi.
”Bapak K.H. Abdullah Wasi’an dari Ngagel bisa masuk dalam 100 tokoh menginspirasi. Ke depan, saya berharap Spemma juga bisa menjadi sekolah yang menginspirasi seluruh Indonesia dan menjadi contoh bagi yang lain,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments