Menghadapi tantangan pendidikan di era digital, Komite SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) menggelar seminar parenting bertajuk Tarbiyatul Walidain dengan tema “Membentuk Mental Tangguh Generasi Alpha di Era Digital”, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyikapi perubahan pola asuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memengaruhi generasi Alpha.
Acara yang diketuai oleh Anisa Yurisianah ini diawali dengan suasana meriah melalui berbagai penampilan murid SD Mugres. Duet MC cilik, Sultan Keanu Alghani dan Sania, tampil percaya diri memandu jalannya acara, menunjukkan hasil pembinaan mental sejak dini.
Rangkaian pra-acara diisi dengan pembacaan hafalan surah An-Naba oleh murid kelas 1 Kampus A. Murid Kampus B juga menampilkan metode tarjim sebagai bentuk pembelajaran Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pemahaman makna.
Suasana semakin hidup dengan drama Islami berjudul Uwais Al Qarni yang mengangkat nilai bakti kepada orang tua. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdurrahman Shiraz Bafadhal, murid kelas 5.
Ketua Komite SD Mugres, Melinda Eka Prahasti, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi antara sekolah dan wali murid dalam mendidik anak.
“Melalui kegiatan Tarbiyatul Walidain ini, kami mengharapkan tercipta kesamaan pemahaman dalam membentuk karakter anak,” ungkap Melinda.
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PCM Gresik, Dr. Sukaris, M.S.M., yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya penting dalam menghadapi tantangan zaman.
“Mari kita tekankan bahwa penguatan mental merupakan benteng utama bagi anak dalam menghadapi dampak negatif dari penggunaan internet,” ujar Sukaris.
Materi utama disampaikan oleh Suhadi Fadjaray, konsultan pendidikan sekaligus pelopor Visi Semesta Indonesia Fondation. Ia menjelaskan bahwa generasi Alpha memiliki keunggulan dalam teknologi, namun juga berisiko mengalami kerentanan mental.
Menurutnya, paparan informasi tanpa batas di era digital dapat berdampak negatif jika tidak diimbangi dengan ketahanan mental yang kuat. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Suhadi juga menekankan pentingnya melatih kemandirian anak melalui tugas-tugas sederhana di rumah. Berdasarkan riset Universitas Harvard, kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan tanggung jawab, empati, serta kepercayaan diri.
Salah satu wali murid kelas 2, Afra Ratna Aprilia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam mendidik anak di era digital.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung peran orang tua dalam pendidikan anak.
Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang hadir lebih awal serta pengundian kupon. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Suhadi Fadjaray.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.





0 Tanggapan
Empty Comments