Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perluas Wawasan Global, SD Mumtaz Balas Surat Sahabat Pena dari Singapura

Iklan Landscape Smamda
Perluas Wawasan Global, SD Mumtaz Balas Surat Sahabat Pena dari Singapura
Antusiasme para siswa saat mengetik email balasan program pen pal di SD Mumtaz dengan penuh semangat (Indah Nurma Sari/PWMU)
pwmu.co -

Suasana berbeda tampak di lab komputer kelas SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) pada Jumat (7/8/2026). Puluhan siswa kelas 5 dan 6 duduk rapi di depan layar monitor, jari-jari mungil mereka sibuk menari di atas keyboard.

Mereka tengah mengikuti rangkaian program International Pen Pals dengan Wak Tanjong School, Singapura, namun dengan cara yang lebih kekinian: menulis dan mengirim surat balasan langsung melalui email. Kegiatan kali ini merupakan sesi menulis surat balasan untuk teman-teman pena di Negeri Singa, sebagai tindak lanjut dari pertemuan virtual pendahuluan yang telah digelar pada Mei lalu.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam pelajaran ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan virtual pendahuluan yang telah digelar pada Mei lalu. Dengan bimbingan guru bahasa Inggris, para siswa tidak lagi menggunakan kertas bergambar, melainkan mengetik surat digital di komputer. Isinya tetap sarat makna dan penuh keramahan.

Mereka menuliskan rutinitas harian, mulai dari bangun pagi, membantu mbar manga, hingga memelihara kucing turut diceritakan dengan gaya bahasa yang lugas. Tak ketinggalan, perkenalan anggota keluarga seperti nama ayah, ibu, dan jumlah saudara juga diketik rapi sebagai bentuk pengenalan diri lintas budaya.

Laras Ayuningtyas Mangiasih selaku pembina kegiatan mengungkapkan rasa bangganya melihat kemampuan adaptasi anak-anak terhadap teknologi.

“Mengirim surat melalui email adalah langkah modern yang sangat efisien dan ramah lingkungan. Di era digital ini, siswa tidak hanya dituntut pandai menulis, tetapi juga cakap dalam menggunakan teknologi informasi. Dengan berkirim email, mereka belajar menyusun kalimat dengan struktur yang benar, sekaligus mengasah keterampilan digital yang sangat dibutuhkan di masa depan,” tuturnya.

Ia sangat terharu melihat mereka saling membantu mengecek tata bahasa Inggris sebelum menekan tombol kirim. Ini bukan sekadar tugas sekolah, tetapi bekal hidup untuk bersaing di kancah global.

Adaptasi dengan Teknologi

Sementara itu, teknis pelaksanaan program ini dipimpin langsung oleh Meysha Dwi Kurniadiansyah selaku penanggung jawab kegiatan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan laboratorium komputer bukan tanpa alasan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami telah bertukar alamat email resmi dengan guru mitra di Wak Tanjong School sejak sebulan lalu. Hari ini, seluruh surat balasan yang diketik oleh siswa kelas 5 dan 6 akan langsung kami kirimkan ke alamat email masing-masing sahabat pena mereka. Dengan sistem ini, proses pengiriman menjadi sangat cepat dan surat tidak akan hilang di jalan. Selain itu, anak-anak juga diperbolehkan melampirkan foto digital mereka atau gambar hasil karya sendiri,” jelasnya.

Di sudut laboratorium yang sejuk, tampak Abid Rouf, siswa kelas 5G, sedang asyik mengoreksi tulisannya. Saat ditemui, Abid mengungkapkan perasaan polosnya dengan lugas.

“Aku baru pertama kali mengetik surat untuk teman di luar negeri di lab sekolah. Rasanya beda banget, lebih keren dan canggih! Aku menceritakan kalau aku suka bermain sepak bola di lapangan belakang rumah, dan aku punya teman yang sangat lucu. Aku juga memberi tahu makanan favoritku rawon, dan aku ajak dia main layangan kalau suatu hari nanti ke Indonesia. Aku tidak sabar menunggu balasan email darinya. Mudah-mudahan dia membalasnya minggu depan,” ujarnya dengan senyum mengembang.

Program Pen Pal berbasis email ini merupakan bagian dari inisiatif “Global Classroom” yang digagas SD Mumtaz untuk mempersiapkan siswa menghadapi era masyarakat global.

Dengan metode baru ini, siswa tidak hanya terampil berbahasa asing, tetapi juga memiliki etika dalam berinternet dan kepekaan sosial terhadap dunia luar. Dari 57 siswa peserta, seluruh surat berhasil terkirim sebelum bel pulang berbunyi, menandai babak baru persahabatan digital antara Indonesia dan Singapura yang lebih cepat dan tanpa batas. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 07/08/2026 20:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu