Training of Facilitator (TOF) Tunas Athfal yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jawa Timur di Aisyiyah Training Center (ATC) Purwosari, Pasuruan, 1–2 Oktober 2026, memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para peserta dalam mengembangkan kegiatan kepanduan untuk anak usia dini.
Salah satu peserta, Sitta Ardilillahi Ulfa, S.Psi, dari Kabupaten Nganjuk, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai konsep dan implementasi kegiatan kepanduan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
“Di sini saya menambah wawasan terkait dengan kegiatan kepanduan usia dini dan pengimplementasiannya dalam pembelajaran agar lebih terarah,” ujar Sitta.
Menurutnya, lembaga tempatnya berkegiatan telah melaksanakan Tunas Athfal selama sekitar dua tahun. Selama ini kegiatan lebih banyak diarahkan pada pengembangan life skill anak, seperti kemandirian, tanggung jawab terhadap barang milik sendiri, menjaga kebersihan, kedisiplinan, serta kejujuran dalam bersikap.
Namun, melalui TOF tersebut, ia melihat perlunya kegiatan Tunas Athfal disusun lebih sistematis sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan kegiatan pada masa mendatang.
“Kami ingin merumuskan kegiatan agar nantinya ada kegiatan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam kegiatan ke depan. Alhamdulillah, kemarin sudah mendapatkan ilmunya,” jelasnya.
Sitta berharap hasil pembelajaran selama TOF tidak berhenti pada pemahaman peserta, tetapi dapat dilanjutkan dengan penyusunan program bersama antara unsur Tunas Athfal dan Kwartir Hizbul Wathan di daerah.
Ia bahkan mengusulkan adanya tahapan kegiatan dan pencapaian yang dapat menjadi motivasi bagi anak, dengan tetap disesuaikan dengan karakteristik usia dini.
“Kalau nanti bisa dirumuskan bersama, ada semacam bentuk pencapaian atau prestasi seperti dalam kepanduan, ketika anak berhasil melewati tahapan-tahapan yang sudah ditentukan,” ungkapnya.
Menurut Sitta, pola tersebut dapat membantu memberikan arah yang lebih jelas dalam pelaksanaan kegiatan Tunas Athfal. Anak tidak hanya mengikuti aktivitas bermain, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertahap yang mendukung perkembangan karakter, kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan hidup.
TOF tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman antarpeserta dari berbagai daerah. Sitta tergabung dalam Kelompok 15 bersama peserta dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Pasuruan.
Kelompok tersebut terdiri atas Sitta Ardilillahi Ulfa, S.Psi dan Mufarrikah, S.Pd dari Kabupaten Nganjuk; Mualimah, S.Pd.AUD dan Solip Maimunah dari Kabupaten Jombang; serta Nur Fauziah Basyaeb, A.Ma dan Adiesya Nuzulla Rakhmadina dari Kabupaten Pasuruan.
Sitta menambahkan, sebelum mengikuti TOF, dirinya sebenarnya telah cukup sering berkomunikasi dengan Kwartir Daerah Hizbul Wathan. Namun, keterbatasan waktu dan kesesuaian agenda menjadi salah satu kendala untuk menyelenggarakan kegiatan bersama.
“Selama ini saya sudah sering berkomunikasi dengan Kwartir Daerah, tetapi mencari waktu kegiatan yang tepat agar bisa bersama-sama itu yang menjadi kendala,” katanya.
Karena itu, ia berharap TOF Tunas Athfal menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara IGABA, satuan pendidikan PAUD ‘Aisyiyah, dan Hizbul Wathan di daerah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments