Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur melakukan redefinisi peran profesi insinyur dalam pembangunan bangsa melalui aksi penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Sontoh Laut, Surabaya Barat, Ahad (10/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum Musyawarah Wilayah (Muswil) PII Jawa Timur yang digelar di Malang. Dalam aksi tersebut, PII Jatim bersama konsorsium Penyelenggara Program Studi Profesi Insinyur Indonesia (PSPPI) menggandeng lembaga kemasyarakatan, organisasi masyarakat, dan Terminal Petikemas Surabaya.
Kegiatan penanaman mangrove juga melibatkan sinergi akademik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta Universitas Kristen Petra.
Aksi penanaman mangrove tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial lingkungan, tetapi juga menjadi penegasan bahwa profesi insinyur memiliki peran penting dalam membangun budaya bangsa melalui teknologi dan pembangunan berkelanjutan.
PII Jawa Timur memandang bahwa menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi budaya kerja yang terintegrasi dalam setiap pembangunan infrastruktur maupun pengembangan teknologi.
Ketua PII Jawa Timur, Ir. Gentur Prihantono, menegaskan bahwa insinyur tidak hanya bertugas merancang pembangunan fisik, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Insinyur adalah kreator peradaban. Kita tidak hanya merancang beton dan baja, tetapi menciptakan teknologi yang membentuk budaya bangsa. Menjaga alam adalah nilai luhur dan budaya yang wajib melekat dalam setiap inovasi yang kita hasilkan,” ujarnya di lokasi Kongres PII Jawa Timur.
Pada momentum tersebut, Gentur Prihantono juga kembali mendapat amanah untuk memimpin PII Jawa Timur hingga tahun 2029.
Mangrove Teluk Lamong Jadi Sabuk Hijau Pesisir Surabaya
Pemilihan kawasan pesisir Sontoh Laut sebagai lokasi penanaman mangrove dinilai memiliki urgensi ekologis yang kuat. Kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem Teluk Lamong yang menjadi penyangga wilayah pesisir Surabaya Barat hingga perbatasan Gresik.

Berdasarkan data yang dipaparkan, luas hutan mangrove di kawasan Teluk Lamong mencapai sekitar 400 hingga 500 hektare. Sebaran mangrove tersebut berfungsi sebagai sabuk hijau (green belt) yang melindungi daratan dari abrasi dan intrusi air laut.
Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi penyangga penting bagi wilayah pelabuhan modern dan kawasan industri di sekitarnya.
Penanaman 3.000 bibit mangrove diharapkan mampu memperkuat vegetasi di sejumlah titik kritis kawasan Teluk Lamong.
Konsorsium Kampus Dukung Etika Lingkungan dalam Profesi Insinyur
Keterlibatan ITS, Unesa, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Katolik Widya Mandala dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi kurikulum profesi insinyur yang berorientasi pada etika lingkungan.
Salah satu akademisi dari konsorsium PSPPI Universitas Katolik Widya Mandala menyampaikan bahwa teknologi yang dikembangkan saat ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
“Teknologi yang kita ciptakan hari ini akan menjadi warisan budaya bagi generasi mendatang. Jika kita membangun tanpa budaya menjaga alam, maka kita sedang menghancurkan masa depan peradaban itu sendiri,” ujarnya.
Melalui aksi penanaman mangrove ini, PII Jawa Timur ingin menyampaikan pesan bahwa profesionalisme keinsinyuran di Indonesia kini bergerak menuju era baru, yakni ketika kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kearifan ekologis sebagai identitas budaya pembangunan nasional.





0 Tanggapan
Empty Comments