Tiga pelaku UMKM di Desa Sumurgayam dan Desa Sumuran, Lamongan, mendapatkan pendampingan promosi usaha dari mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 70 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Pendampingan tersebut diwujudkan melalui pembuatan dan pemasangan banner serta pemberian stiker sebagai media pendukung identitas usaha. Kegiatan berlangsung Senin hingga Kamis (17–20/8/2026) dan melibatkan Dewi, Fahreza, serta Anindita sebagai penanggung jawab program.
Tiga UMKM dengan Kebutuhan Berbeda
Sebelum menentukan penerima program, mahasiswa terlebih dahulu mencari data pelaku UMKM yang membutuhkan media promosi. Data tersebut diperoleh melalui Balai Desa Sumurgayam berdasarkan rekomendasi Sekretaris Desa Sumurgayam.
Mahasiswa kemudian melakukan survei langsung ke sejumlah lokasi usaha pada Senin dan Selasa (17–18/8/2026). Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi usaha sekaligus melihat kebutuhan media identitas yang dapat digunakan oleh masing-masing pelaku UMKM.
Hasil survei menetapkan tiga pelaku usaha sebagai penerima pendampingan. Penerima pertama adalah Zakiya, pelaku usaha gula Jawa dan legen di Desa Sumurgayam. Sebelum pendampingan, usaha tersebut belum memiliki banner sebagai penanda lokasi maupun media untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Penerima kedua adalah Zainal, pelaku usaha ikan asap di Desa Sumurgayam. Berbeda dengan Zakiya, Zainal sebenarnya telah memiliki banner. Namun, banner tersebut sudah usang sehingga tulisan dan informasi mengenai usaha tidak lagi terlihat jelas.

Sementara itu, penerima ketiga adalah Iik, pelaku usaha katering jajanan dan nasi di Desa Sumuran. Usaha tersebut melayani berbagai pesanan jajanan dan konsumsi untuk sejumlah kegiatan. Sebelumnya, usaha Iik juga belum memiliki banner sebagai media untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat.
Dalam proses survei, mahasiswa tidak hanya mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan media promosi. Mereka juga melihat secara langsung aktivitas usaha dan proses pembuatan sejumlah produk yang dipasarkan.
Informasi tersebut kemudian menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menentukan bentuk dan desain media promosi yang sesuai dengan karakter masing-masing usaha.
Desain Banner Disesuaikan dengan Usaha
Setelah memperoleh data lapangan, mahasiswa mulai mengerjakan desain banner pada Rabu (19/8/2026). Desain disusun dengan mempertimbangkan jenis produk, kebutuhan media promosi, serta lokasi pemasangan masing-masing usaha.
Banner usaha gula Jawa dan legen milik Zakiya dibuat berukuran 150 x 60 sentimeter. Sementara itu, banner usaha ikan asap milik Zainal berukuran 155 x 130 sentimeter.
Adapun banner untuk usaha katering jajanan dan nasi milik Iik dibuat berukuran 200 x 100 sentimeter. Perbedaan ukuran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokasi masing-masing usaha.
Selain banner, setiap pelaku UMKM juga mendapatkan satu lembar stiker sebagai media pendukung identitas usaha.
Pemilihan banner sebagai media promosi dilakukan berdasarkan kebutuhan sederhana yang dapat langsung digunakan di lokasi usaha. Dengan adanya identitas yang terlihat, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali jenis produk maupun layanan yang ditawarkan.
Mahasiswa Turun Langsung Pasang Banner
Tahap akhir program berlangsung Kamis (20/8/2026) mulai pukul 15.00 WIB. Mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida mendatangi tiga lokasi UMKM untuk menyerahkan sekaligus memasang banner yang telah dibuat.
Pemasangan pertama dilakukan di tempat usaha Zakiya di Desa Sumurgayam. Banner baru dipasang sebagai penanda usaha gula Jawa dan legen yang dijalankannya.
“Alhamdulillah, sekarang usaha gula Jawa dan legen saya sudah memiliki banner. Semoga masyarakat lebih mudah mengetahui usaha saya,” ujar Zakiya.
Mahasiswa kemudian melanjutkan pemasangan di tempat usaha ikan asap milik Zainal. Banner lama yang sudah sulit dibaca diganti dengan desain baru sehingga informasi mengenai usaha dapat ditampilkan kembali dengan lebih jelas.
“Banner yang lama memang sudah tidak begitu jelas tulisannya. Saya berterima kasih karena sekarang diganti dengan yang baru,” ujar Zainal.
Pemasangan terakhir dilakukan di tempat usaha katering milik Iik di Desa Sumuran. Banner dipasang sebagai penanda sekaligus media informasi mengenai layanan katering jajanan dan nasi yang ditawarkan.

Menurut Dewi, salah satu penanggung jawab program, pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan media promosi, tetapi juga membantu pelaku UMKM memiliki identitas usaha yang dapat digunakan secara langsung.
“Kami ingin membantu pelaku UMKM memiliki identitas usaha yang sederhana, tetapi bisa langsung digunakan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat,” ujar Dewi.
Program ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan pelaku usaha serta memahami kebutuhan promosi berdasarkan kondisi lapangan.
Setelah seluruh pemasangan selesai, tiga UMKM tersebut telah memiliki media identitas usaha berupa banner yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada masyarakat di sekitar lokasi usaha. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments