Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Jembatan GKB 1, Pohon Harapan UMM Suarakan Kegelisahan Pendidikan Nasional

Iklan Landscape Smamda
Dari Jembatan GKB 1, Pohon Harapan UMM Suarakan Kegelisahan Pendidikan Nasional
Dari Jembatan GKB 1, Pohon Harapan UMM Suarakan Kegelisahan Pendidikan Nasional
pwmu.co -

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan nuansa berbeda. Di tengah wacana penghapusan sejumlah program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri, kampus ini justru membuka ruang kritik melalui gerakan “Pohon Harapan Pendidikan”.

Bertempat di jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1, sivitas akademika diajak menyampaikan aspirasi, kegelisahan, serta harapan terhadap arah pendidikan nasional. Kegiatan ini menjadi ruang partisipatif yang mempertemukan refleksi intelektual dengan ekspresi publik.

Rangkaian acara dikemas sarat makna sosial dan intelektual. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu nasional, dilanjutkan penulisan aspirasi, hingga penampilan musikalisasi puisi oleh dosen dan mahasiswa.

Momentum ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi medium artikulasi publik kampus yang memadukan ekspresi estetis dengan kritik sosial terhadap kebijakan pendidikan.

Wakil Dekan II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Dr. Faizin, M.Pd., menjelaskan bahwa tema “Menguatkan Pendidikan, Membangun Masa Depan” dipilih untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.

Ia menyoroti wacana penghapusan program studi yang perlu dikaji secara kritis, apakah benar untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau sekadar efisiensi struktural.

“Pendidikan memiliki dimensi kultural dan ideologis yang lebih luas, yang tidak selalu dapat diakomodasi oleh logika pasar. Refleksi ini adalah upaya mencegah pendidikan direduksi menjadi kepentingan pragmatis semata,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan unggul merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Jika tidak disadarkan secara kolektif, capaian pendidikan unggul tidak akan pernah muncul. Kebijakan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri tanpa keterlibatan berbagai elemen,” tegasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam kegiatan ini, Pohon Harapan Pendidikan menjadi pusat partisipasi yang paling dinamis. Beragam tulisan dari sivitas akademika menghiasi medium tersebut, berisi harapan sekaligus kritik terhadap sistem pendidikan yang dinilai semakin administratif dan kehilangan esensinya.

Salah satu aspirasi datang dari mahasiswa:

“Pendidikan bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan lahirnya generasi penerus bangsa yang intelektual,” tulis Erika Firdayanti, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pernyataan ini mencerminkan sikap kritis mahasiswa yang tidak ingin hanya menjadi objek kebijakan, melainkan subjek aktif dalam menjaga esensi pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya.

Peringatan Hardiknas di UMM tahun ini menegaskan bahwa kampus masih menjadi ruang dialektika yang sehat. Di tengah arus pragmatisme dan efisiensi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan harus tetap berpijak pada nilai, nalar kritis, dan kesadaran kolektif.

Lebih dari sekadar peringatan, momentum ini menjadi refleksi bersama untuk membangun masa depan pendidikan Indonesia yang berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 04/05/2026 16:04
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡