Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bersama Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Wali Kota Kupang Christian Widodo.
“Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini termasuk ke dalam prioritas revitalisasi karena di dalamnya terdapat sejumlah sekolah di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan juga dalam rangka memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Wajib Belajar 13 Tahun,” ungkap Abdul Mu’ti.
Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa pembangunan revitalisasi TK Kristen Kota Kupang ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan. Dengan demikian, pada Agustus 2026 fasilitas baru sudah dapat digunakan.
“Semoga dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar dan kualitas pendidikan di NTT menjadi lebih baik lagi. Kalau kualitas pendidikannya meningkat, juga akan berdampak ke peningkatan sumber daya manusia (SDM) di NTT,” tutur Menteri Mu’ti.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia, khususnya daerah dengan keterbatasan akses.
Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti, menyampaikan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.
Ia mengungkapkan bahwa sekolah yang berdiri sejak tahun 1958 ini selama ini berkembang dengan dukungan Gereja Masihi Injili di Timor (GMIT) dan jemaat setempat, bahkan ruang belajar yang digunakan berasal dari fasilitas gereja.
“Seluruh warga sekolah kami sangat bahagia. Selain datangnya Menteri Mu’ti ke sini, kami bersyukur sekolah kami menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Doa kami semoga gedung baru nanti menjadi semangat baru dan membuat murid kami semakin senang untuk bersekolah,” ujar Nortje.
Kehadiran Mendikdasmen juga disambut meriah oleh para murid. Mereka menyanyikan lagu Rukun Sama Teman sebagai bentuk antusiasme.

Salah satu orang tua murid, Hamida Arifin, menilai bahwa TK Kristen Kota Kupang memiliki mutu pendidikan yang baik dan memberikan perkembangan positif bagi anaknya.
“Sebagai orang tua saya sangat mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun karena terbukti anak saya sudah memiliki banyak pertumbuhan selama bersekolah. Anak saya senang ke sekolah, bermain bersama teman-temannya, dan di sini juga sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG),” terang Hamida.
Orang tua lainnya, Ryan Rudolf Lewo, juga menyampaikan harapannya terhadap program revitalisasi ini.
“Anak saya ini sudah hampir satu tahun sekolah di sini. Saya melihat perjuangan guru dan kepala sekolah untuk bisa meningkatkan mutu di tengah segala keterbatasan. Semoga revitalisasi ini berjalan lancar dan anak-anak segera bisa menikmati fasilitas baru,” tutup Ryan.
TK Kristen Kota Kupang merupakan salah satu dari 809 satuan pendidikan yang menerima program revitalisasi di NTT pada tahun 2026. Bantuan tersebut meliputi pembangunan ruang kelas, ruang administrasi, fasilitas sanitasi, serta alat peraga edukatif dengan total lebih dari Rp860 juta.
Secara keseluruhan, Provinsi NTT mendapatkan alokasi anggaran lebih dari Rp630 miliar untuk 809 satuan pendidikan. Hingga April 2026, sebanyak 9 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 800 lainnya masih dalam proses.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan pemerataan akses pendidikan di wilayah timur Indonesia.





0 Tanggapan
Empty Comments