Gaung takbir Iduladha 1447 Hijriah kembali mengiringi pelaksanaan program kurban di Pondok Karangasem pada 2026. Tahun ini, pondok mencatat penyembelihan 28 ekor sapi dan 187 ekor kambing yang didistribusikan kepada ribuan masyarakat di berbagai wilayah.
Panitia kurban mencatat sebanyak 27 ekor sapi disembelih di Paciran, sedangkan satu ekor sapi lainnya didistribusikan ke Surabaya. Seluruh hewan kurban tersebut merupakan amanah dari para muqarrib atau pekurban, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sebanyak 7.395 penerima manfaat menerima distribusi daging kurban yang dilakukan secara bertahap oleh panitia. Proses distribusi melibatkan pengurus pondok, masyarakat, serta para santri yang membantu pelaksanaan sejak penyembelihan hingga pembagian daging.
Ketua Panitia Kurban, Zuhron Adha, SE, mengatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan sesuai perencanaan berkat keterlibatan seluruh unsur panitia dan dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh proses pelaksanaan kurban berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik. Semua tim bekerja dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian,” ungkapnya.
Program kurban di Pondok Karangasem telah dilaksanakan sejak pondok berdiri pada 1948 dan terus berkembang hingga saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, pelaksanaan kurban juga melibatkan kerja sama dengan sejumlah lembaga dari luar negeri, termasuk Masjid Pulau Bukom dan Pusat Pendidikan Annil Singapura.
Kerja sama tersebut telah berlangsung sekitar 17 tahun terakhir. Amanah kurban dari Singapura disalurkan melalui Pondok Karangasem untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah sekitar.
Selain dari luar negeri, hewan kurban juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para pekurban terdiri atas guru, alumni, wali santri, serta masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan kurban kepada pondok.
Dalam pelaksanaannya, para santri senior turut dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan. Mereka membantu proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, hingga distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
Menurut Zuhron Adha, keterlibatan santri dalam kegiatan kurban menjadi bagian dari pembelajaran sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
“Santri harus memiliki jiwa pengabdian dan keberanian untuk berjuang di tengah umat. Melalui kurban, mereka belajar bagaimana Islam mengajarkan kepedulian, kerja sama, dan pengorbanan untuk kemaslahatan bersama,” tambah Zuhron Adha, SE.
Pelaksanaan kurban dalam jumlah besar tersebut juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Momentum Iduladha dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial, kerja sama, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Pondok Karangasem berharap program filantropi kurban dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang. Selain sebagai pelaksanaan ibadah, kurban juga diharapkan menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments