Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Surat Edaran tentang Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sederhana dan penggunaan sumber daya secara bijak di lingkungan Persyarikatan.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan semata-mata respons terhadap situasi global, seperti konflik Iran-Amerika maupun Israel-Palestina yang berdampak pada perekonomian dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (7/5/2026), ia menegaskan bahwa efisiensi merupakan bagian dari nilai ajaran Islam, khususnya konsep qana’ah atau sikap merasa cukup.
“Hal ini berarti memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal tanpa berlebihan, namun juga tidak sampai pada tingkat kekurangan yang menghambat produktivitas,” ujarnya dilansir dari Muhammadiyah.or.id pada Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, budaya hemat tidak hanya diterapkan di lingkungan kantor, tetapi juga perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di rumah masing-masing.
Surat edaran tersebut memuat beberapa fokus utama efisiensi, di antaranya penggunaan kendaraan dan BBM. PP Muhammadiyah untuk sementara membatasi penggunaan mobil diesel karena persoalan teknis penggunaan biodiesel bersubsidi serta tingginya biaya bahan bakar non-subsidi seperti Pertamina Dex. Karena itu, kendaraan non-diesel akan lebih diprioritaskan.
Selain itu, efisiensi juga diarahkan pada konsumsi listrik. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata penggunaan listrik bulanan di lingkungan Pusat Dakwah Muhammadiyah mencapai sekitar Rp30 juta, bahkan sempat menyentuh Rp39 juta pada November 2025. Tingginya konsumsi listrik diduga dipengaruhi penggunaan 10 unit pendingin ruangan di area basement.
Sebagai langkah penghematan, PP Muhammadiyah mendorong pengaturan suhu AC yang lebih efisien. Dalam arahannya, Izzul menyebut dirinya biasa menggunakan suhu 24 derajat Celsius di rumah karena tidak menyukai suhu yang terlalu dingin.
Surat edaran itu juga berlaku bagi staf UPP PP Muhammadiyah, staf organisasi otonom tingkat pusat, serta seluruh karyawan yang berkantor di Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.
Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain menghemat penggunaan air, listrik, dan energi di lingkungan kantor maupun perumahan, serta mendorong gaya hidup yang cukup, sehat, bersih, dan produktif.
Sementara itu, Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Hefina Chairan, menyampaikan bahwa semangat efisiensi sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam QS Al-A’raf ayat 31 yang mengajarkan sikap moderat dan melarang perilaku berlebihan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments