Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SMA Muhammadiyah 1 Babat pada Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 108 siswa kelas XII resmi dilepas dalam kegiatan Purna Siswa Angkatan ke-52, disaksikan para wali siswa dan tokoh-tokoh penting Muhammadiyah Babat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Mariman Darto, Staf Ahli Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Turut hadir pula Wakil Ketua PDM Lamongan Muntholib Sukandar dan Fathurrahim Syuhadi, serta jajaran Forkopimcam Babat seperti Camat, Kapolsek, dan Danramil, unsur PCM Babat, dan tokoh Muhammadiyah setempat.
Di tengah rangkaian acara, Ketua PCM Babat, Arif Rahman Saidi, menyampaikan pesan yang hangat sekaligus penuh makna kepada para lulusan.
“Saya senang bisa melihat anak-anak diwisuda dengan sopan dan beradab, didampingi guru dan wali. Ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan. Justru, menurutnya, fase setelah lulus seringkali menjadi titik yang penuh tantangan.
“Ketika kalian lulus, hati-hati. Bisa jadi membahagiakan, tapi juga bisa menakutkan. Bahagia karena lulus, tapi besok bisa muncul rasa takut, apakah bisa kuliah, apakah tidak kuliah, atau bagaimana mencari pekerjaan,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Pesan tersebut menggugah para siswa untuk tidak terlena dalam euforia kelulusan. Ia menekankan pentingnya mental tangguh di tengah realitas kehidupan yang tidak selalu mudah.
“Saya berharap anak-anak tidak mudah menyerah. Jadilah generasi yang kuat dan tangguh, karena zaman sekarang banyak anak muda yang mudah menyerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketangguhan generasi muda tidak lahir begitu saja, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama sekolah dan orang tua.
“Ini butuh support bersama, baik dari sekolah maupun orang tua. Kita harus saling menguatkan,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam membina karakter generasi muda, PCM Babat juga menghadirkan berbagai wadah pengembangan diri seperti Hizbul Wathan dan Tapak Suci. Menurutnya, organisasi tersebut menjadi sarana penting untuk membentuk jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan ketangguhan siswa.
Di akhir sambutannya, ia berharap kehadiran perwakilan dari Kementerian Pendidikan dapat menjadi dorongan bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah di Babat.
“Semoga dengan kehadiran Staf Ahli Mendikdasmen RI, pendidikan Muhammadiyah Babat semakin berkembang, berkualitas, dan maju,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments