Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Biyanto di Tasyakuran Kelulusan SMAMDA: Jadilah Creative Minority yang Membawa Perubahan

Iklan Landscape Smamda
Prof Biyanto di Tasyakuran Kelulusan SMAMDA: Jadilah Creative Minority yang Membawa Perubahan
Prof Biyanto ketika menyampaikan motivation speech. Foto: YouTube Smamda Sidoarjo
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo menggelar Tasyakuran Kelulusan ke-47 siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026 pada Kamis (14/5/2026) di Auditorium KH AR Fachruddin SMAMDA Sidoarjo.

Dalam kegiatan tersebut hadir Staf Ahli Kemendikdasmen Bidang Regulasi dan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof Dr Biyanto MAg, yang memberikan motivation speech kepada para lulusan, wali murid, dan seluruh tamu undangan.

Dalam penyampaiannya, Prof Biyanto menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan.

“Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa pendidikan adalah investasi yang terbaik. Kita yang hadir di tempat ini ada karena pendidikan yang diberikan oleh orang tua dan guru-guru kita,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak para lulusan untuk belajar dari Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijriah. Menurutnya, kemenangan umat Islam saat itu menjadi bukti bahwa kelompok kecil yang berkualitas mampu mengalahkan jumlah yang lebih besar.

“Maka pesan saya, be creative minority. Karena perubahan muncul dari kelompok-kelompok kecil yang mampu menciptakan kreativitas,” tuturnya.

Prof Biyanto juga mengisahkan bagaimana Rasulullah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan setelah Perang Badar. Saat itu, tawanan perang yang tidak memiliki harta diperbolehkan menebus diri dengan mengajarkan baca tulis kepada para sahabat.

“Jika ada tawanan yang tidak punya harta tetapi bisa membaca dan menulis, maka mereka harus menebus dirinya dengan mengajar sahabat Nabi yang belum bisa membaca dan menulis,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa Islam sejak awal telah menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama peradaban.

Ia juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri menyatakan dirinya sebagai seorang guru, pengajar, dan pendidik.

Dalam kesempatan itu, Prof Biyanto turut menyampaikan empat pilar pendidikan Indonesia yang saat ini ditekankan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu’ti.

“Yang pertama adalah keluarga, kemudian sekolah. Pilar ketiga adalah lingkungan masyarakat, dan pilar keempat adalah media, terutama media digital,” katanya.

Ia berharap para lulusan SMAMDA mampu menjaga semangat belajar, kreativitas, dan akhlak dalam menghadapi tantangan zaman.

“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga membawa manfaat dan perubahan bagi masyarakat,” pesannya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 14/05/2026 09:35
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡