Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Prof Muhadjir Effendy Ungkap 8 Golongan Mukmin yang Bertransaksi dengan Allah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Prof Muhadjir Effendy Ungkap 8 Golongan Mukmin yang Bertransaksi dengan Allah
Prof Muhadjir Effendy Ungkap 8 Golongan Mukmin yang Bertransaksi dengan Allah. Foto: Novi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Membangun amal usaha, memperkuat dakwah, hingga memperjuangkan kemanusiaan merupakan bagian dari ikhtiar seorang mukmin untuk meraih rida Allah SWT. Pesan inilah yang mengemuka dalam Tabligh Akbar Milad ke-114 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukolilo, Surabaya, Sabtu (31/10/2026).

Dalam tausiyahnya, tokoh nasional Muhammadiyah sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, Prof Dr Muhadjir Effendy, M.A.P., menguraikan delapan golongan orang mukmin yang digambarkan melakukan “transaksi” dengan Allah SWT. Transaksi tersebut bukanlah pertukaran materi, melainkan kesungguhan seorang hamba dalam menjalankan perintah-Nya demi memperoleh balasan surga.

Tabligh Akbar berlangsung di Multifunction Hall Lantai 5 SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-114 PCM Sukolilo yang sebelumnya diisi dengan peresmian dan peletakan batu pertama sejumlah amal usaha Muhammadiyah.

Empat Amal Usaha dan Agenda Strategis

Rangkaian kegiatan Milad ke-114 Muhammadiyah di lingkungan PCM Sukolilo ditandai dengan empat agenda pengembangan amal usaha dan fasilitas dakwah.

Keempatnya meliputi Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman, peletakan batu pertama Gedung 2 LKSA Muhammadiyah KH AR Fachruddin, serta Rumah Usaha Muhammadiyah.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya PCM Sukolilo memperkuat gerakan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Muhammadiyah tidak hanya memperingati hari lahir persyarikatan, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Delapan Golongan Mukmin yang Bertransaksi dengan Allah

Dalam ceramahnya, Prof Muhadjir memaparkan delapan golongan mukmin yang menunjukkan kesungguhan penghambaan kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan kehidupan pribadi maupun mengembangkan gerakan persyarikatan.

Pertama, orang yang berjuang di jalan Allah.

Perjuangan di jalan Allah diwujudkan melalui kesungguhan membela kebenaran, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Kepedulian terhadap penderitaan masyarakat dunia, termasuk rakyat Palestina, menjadi salah satu bentuk solidaritas kemanusiaan yang perlu terus dirawat.

Kedua, orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh.

“Tobat nasuha merupakan kesadaran untuk kembali ke jalan Allah dengan menyesali kesalahan, meninggalkan perbuatan dosa, dan bertekad memperbaiki diri. Seorang mukmin tidak berhenti pada penyesalan, tetapi membuktikannya melalui perubahan sikap dan perilaku,” tuturnya.

Ketiga, orang yang menghambakan diri kepada Allah melalui amal nyata.

Pengabdian kepada Allah tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kerja nyata yang membawa manfaat bagi sesama. Pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah, seperti sekolah, rumah dakwah, lembaga kesejahteraan sosial, dan pusat pemberdayaan ekonomi, menjadi salah satu bentuk pengabdian tersebut.

Pembangunan Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman, Gedung 2 LKSA Muhammadiyah KH AR Fachruddin, serta Rumah Usaha Muhammadiyah merupakan ikhtiar menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Keempat, orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan amanah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Nikmat, kedudukan, dan jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Rasa syukur tidak cukup diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap amanah, kerja yang sungguh-sungguh, dan pemanfaatan setiap kepercayaan untuk kebaikan,” pesan Prof. Muhadjir.

Kelima, orang yang menempuh perjalanan di jalan Allah.

Perjalanan atau safar dapat menjadi sarana memperluas wawasan, menuntut ilmu, menyebarkan dakwah, serta memperkuat ikhtiar dalam menebarkan kebaikan. Setiap perjalanan yang diniatkan untuk tujuan mulia dapat menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah.

Keenam, orang yang menegakkan salat malam dan bersujud kepada Allah.

Salat tahajud menjadi salah satu jalan untuk memperkuat hubungan spiritual seorang mukmin dengan Sang Pencipta. Melalui ibadah malam, seorang hamba membangun keteguhan hati dan menjadikan kedekatan kepada Allah sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Ketujuh, orang yang menegakkan amar makruf nahi mungkar.

Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan tanggung jawab seorang mukmin. Upaya tersebut perlu dilakukan dengan cara yang bijaksana, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta berorientasi pada terwujudnya masyarakat yang berakhlak dan berkemajuan.

Kedelapan, orang yang menjaga hukum-hukum Allah.

Seorang mukmin dituntut memiliki komitmen untuk menjalankan ketentuan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen itu tercermin dalam ketaatan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, serta kesungguhan menjaga nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Memperkuat Ruh Perjuangan Muhammadiyah

Paparan Prof Muhadjir memberikan penguatan spiritual bagi ratusan jamaah dan warga Muhammadiyah yang memenuhi Multifunction Hall Lantai 5 SD Muhammadiyah 26 Surabaya.

Pesan tentang transaksi seorang mukmin dengan Allah mengingatkan bahwa keberhasilan hidup tidak semata-mata diukur dari capaian duniawi. Kesungguhan beribadah, menjaga amanah, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama juga menjadi bagian penting dari pengabdian kepada-Nya.

Dalam konteks gerakan Muhammadiyah, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan amal usaha, penguatan dakwah, pelayanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah yang digelar PCM Sukolilo pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen warga persyarikatan agar terus berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Peresmian fasilitas baru dan penyampaian tausiyah dalam Tabligh Akbar diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pemantik semangat untuk melanjutkan perjuangan Muhammadiyah melalui kerja nyata yang berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 01/11/2026 08:25
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu