Kunjungan delegasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim ke Guangzhou, Tiongkok, menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan internasional di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Pada Selasa (14/4/2026), sejumlah perwakilan delegasi PWM Jatim menghadiri jamuan kerja makan malam yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Luar Negeri Guangzhou di Distrik Tianhe, Guangzhou.
Dalam suasana hangat, santai, dan penuh keakraban, pertemuan itu menegaskan bahwa hubungan Guangzhou dan Surabaya sesungguhnya telah terjalin cukup lama.
Perwakilan Kantor Urusan Luar Negeri Guangzhou menyampaikan bahwa kerja sama kedua kota sebagai sister city telah berlangsung sejak tahun 2005. Sejak saat itu, hubungan kedua daerah terus berkembang dan semakin kuat.
Pihak Guangzhou juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Muhammadiyah Jawa Timur yang dinilai sangat strategis karena berfokus pada dua bidang utama yang amat penting bagi masa depan bangsa, yakni pendidikan dan kesehatan.
Mereka berharap, lawatan ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berlanjut menjadi kerja sama yang lebih erat dan konkret di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak tuan rumah juga memaparkan kemajuan Kota Guangzhou. Kota ini disebut sebagai salah satu dari lima kota penting di Tiongkok, dengan kekuatan besar di sektor pendidikan, kebudayaan, industri, serta riset dan pengembangan.
Salah satu contoh kemajuan itu adalah keberadaan pusat riset dan pabrik utama AION, produsen mobil listrik, yang berlokasi di Distrik Panyu, Guangzhou.
Secara demografis, Guangzhou merupakan kota besar yang sangat dinamis. Jumlah penduduk yang memiliki identitas resmi kota mencapai sekitar 17 juta jiwa, sementara aktivitas harian di Guangzhou dapat melibatkan hingga 25 juta orang, termasuk warga dari provinsi-provinsi tetangga.
Di sektor pendidikan tinggi, Guangzhou memiliki 88 universitas dengan sekitar 1,7 juta mahasiswa. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran kota ini sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia.

Karena itu, pihak Guangzhou juga menyampaikan harapan agar lebih banyak mahasiswa dari Indonesia dapat menempuh studi di universitas-universitas di kota tersebut.
Mewakili delegasi PWM Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi selaku ketua rombongan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak Guangzhou.
Dia menegaskan, Muhammadiyah merupakan organisasi sosial-keagamaan yang bergerak luas di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kebencanaan.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Muhammadiyah Jawa Timur dengan Pemerintah Guangzhou, sekaligus menindaklanjuti hubungan sister city Surabaya–Guangzhou,” katanya.
Tamhid juga menjelaskan, delegasi yang datang ke Guangzhou berjumlah 29 orang, terdiri dari unsur pendidikan tinggi, kesehatan, dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah. Di antaranya, Dr. Hidayatulloh (Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo), Prof. Dr. Mundakir (Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya), Isa Haji Sulaiman (holding rumah sakit Muhammadiyah Sepanjang), dr. Tomy Oeky Prasiska (Direktur RS Aisyiyah Bojonegoro), serta Prof. Khozin (Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah).
“Kunjungan ini tidak lepas dari dukungan konsulat jenderal Tiongkok di Surabaya,” ujar Tamhid.
Dia lalu memaparkan, Muhammadiyah Jawa Timur saat ini memiliki 39 rumah sakit, 1.039 sekolah, serta 15 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Dengan kekuatan tersebut PWM Jatim memandang kerja sama dengan Guangzhou sangat potensial untuk ditindaklanjuti, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, pengembangan rumah sakit, maupun transfer teknologi alat kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit Muhammadiyah di Jawa Timur,” terang Tamhid.
Sebelum menghadiri jamuan makan malam, delegas PWM Jatim telah mengunjungi Guangzhou University dan membuka peluang kerja sama akademik yang diharapkan dapat segera diwujudkan.
Pada agenda berikutnya, delegasi juga direncanakan mengunjungi rumah sakit di Guangzhou sebagai bagian dari penjajakan kemitraan di bidang kesehatan.
Menanggapi pemaparan tersebut, perwakilan Kantor Urusan Luar Negeri Guangzhou menyatakan kekagumannya atas besarnya peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Mereka menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang kuat dan memiliki kapasitas besar untuk membangun kerja sama jangka panjang. Karena itu, hubungan yang telah terjalin ini dinilai perlu terus diperkuat agar memberi manfaat lebih luas bagi kedua pihak.
Di akhir pertemuan, Tamhid menegaskan, hubungan masyarakat Indonesia, khususnya Muhammadiyah, dengan Tiongkok sesungguhnya telah terjalin lama, baik melalui jalur budaya, sejarah, maupun hubungan ekonomi.
Karena itu, kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda diplomasi biasa, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun jembatan peradaban melalui pendidikan, kesehatan, dan persahabatan antarbangsa.
Kunjungan ini memberi pesan penting bahwa kemajuan tidak bisa dibangun sendirian. Dunia pendidikan membutuhkan jejaring global, dunia kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas negara, dan masyarakat membutuhkan pemimpin yang berani membuka pintu kerja sama demi masa depan yang lebih baik.
Dari Guangzhou, delegasi PWM Jatim menunjukkan bahwa organisasi keumatan tidak hanya hadir untuk melayani umat di tingkat lokal, tetapi juga mampu bergerak di panggung internasional dengan visi yang luas, langkah yang nyata, dan semangat untuk membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Acara malam itu diakhiri dengan foto bersama dan penyampaian cendera mata dari PWM Jatim kepada Kantor Urusan Luar Negeri Guangzhou. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments