Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ramanda Yusuf Ismail Adam Penggerak Kader telah dipanggilNya

Iklan Landscape Smamda
Ramanda Yusuf Ismail Adam Penggerak Kader telah dipanggilNya
pwmu.co -

Muhammadiyah dan Aisyiyah beserta Angkatan Mudanya bisa berkembang hingga saat ini karena komitmen dengan kaderisasi, karena dari kiprah kader dakwah Muhammadiyah terus berkembang dan berkelanjutan. Para kader seakan tidak tinggal diam berpangku tangan justru aktif bergerak baik saat menjadi pimpinan maupun sebagai anggota biasa Persyarikatan tidak mengurangi semangat juang berdakwah Islam.

Demikian sekilas profil kader Muhammadiyah yang begitu kuat melekat pada sosok almarhum Ramanda Yusuf Ismail Adam yang telah meninggal dunia pada hari Selasa (26/8/2026) pada usia 78 tahun yang banyak memberikan keteladanan dalam optimalisasi kaderisasi. Meski beliau sudah meninggalkan kita, tetapi jejak perjuangan dan keteladanan masih kuat terasakan, karena ke ikhlasan berjuang di Muhammadiyah hingga diakhir hayatnya semoga Khusnul khotimah.

Yusuf Ismail Adam, lahir di Ende pada 18 agustus 1948, selepas SMEA berpindah ke Surabaya untuk melanjutkan kuliah di FIAD Universitas Muhammadiyah Surabaya, selanjutnya pengalaman menjadi guru di SMP Muhammadiyah 11 surabaya, dan mengajar di SMP Negeri Deket Lamongan, SMP Negeri 26, SMA Muhammadiyah 8 Surabaya dan SMA Dorowati. Adapun jabatan yang pernah diemban sebagai Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 8, berkiprah Pemuda Muhammadiyah dan Hizbul Wathon, dan diberi amanah sebagai Kepala LKSA Muhammadiyah Tandes Surabaya periode 2011 – 2021.

Sebagai seorang aktivis Pemuda Muhammadiyah Surabaya di era akhir tahun 80’an bersama Cak Cholil Subari sebagai ketua, Cak Agus Suwondo sebagai Sekretaris dan para senior lainnya yang begitu aktif melakukan kaderisasi untuk rekrutmen, pembinaan dan penguatan kader kader Pemuda Muhammadiyah Cabang Cabang di kota Surabaya.

Para teman seperjuangan beliau sering menyampaikan identitas nama beliau menggunakan nama nama Nabi utusan Allah SWT, yaitu Nabi Yusuf as sejak kecil dimatangkan karakter kepemimpinan meski sempat jadi korban iri dengki kakak kakaknya, akhirnya menjadi pemimpin yang bijaksana. Begitu pula nabi Ismail as, sosok generasi muda yang kuat aqidahnya, generasi yang begitu sempurna kesolehannya. Dan nabi Adam as sebagai perintis peradaban kehidupan manusia untuk memakmurkan dunia, dari Keteladanan tiga sosok nabi itu diharapkan mampu berfastabiqul khoirot (berlomba dalam kebaikan) sebagai motto Pemuda Muhammadiyah yang menebar harum bunga Melati simbol Pemuda Muhammadiyah.

Sosok Yusuf Ismail Adam menjadi salah satu mentor kaderisasi Pemuda Muhammadiyah Surabaya yang disebut “Kader Teler”, bukan kelemahan sehingga tidak berdaya, justru dalam kaderisasi ini peserta diberikan materi pengkaderan yang aktual baik terkait Khittoh Perjuangan, Keorganisasian, Kepemimpinan, Kristologi, Dinamika Perpolitikan dan Jurnalistik.

Mentor jurnalistik disampaikan oleh almarhum Yusuf Ismail Adam yang merupakan guru bahasa Indonesia sehingga begitu menarik untuk di dalami, dengan penampilan yang tegas dan disiplin namun tetap humoris sehingga suasana pengkaderan begitu dinamis dengan diskusi diskusi menarik mengupas permasalahan sosial politik dan dibuatkan tulisan opini sesuai prespektif yang dikembangkan.

SMPM 5 Pucang SBY

Sang mentor Yusuf Ismail Adam seakan memiliki mimpi besar agar kader kader Pemuda Muhammadiyah bisa membuat tulisan sebagai media dakwah, meski saat itu belum ada jaringan internet seperti sekarang ini yang dengan begitu mudahnya mengakses informasi dan mengkritisi, meski ada keterbatasan beliau tetap optimis sehingga bermunculan beberapa kader Pemuda Muhammadiyah yang suka menulis untuk dakwah. Dan hasil dari perjuangan beliau begitu kuat terasakan untuk menulis baik berupa aktivitas Pemuda Muhammadiyah ataupun opini, meski berupa surat pembaca di koran pun tetap didorong untuk menunjukkan keberadaan Pemuda Muhammadiyah di Surabaya.

Dalam rentang waktu berikutnya Ramanda Yusuf Ismail Adam aktif di Hizbul Wathon Kwarda Surabaya hingga di Hizbul Wathon Kwarwil Jawa Timur, hal ini semakin menunjukkan komitmen beliau untuk mampu melahirkan kader Muhammadiyah yang unggul, disiplin dan berprestasi.

Hizbul Wathon dijadikan tempat penguatan kader Muhammadiyah untuk terjaga iman dan takwanya serta berakhlak mulia melahirkan jiwa kepemimpinan yang amanah, disiplin serta siap menolong sesama.

Ramanda Yusuf Ismail Adam memberikan banyak Keteladanan dalam mendukung program program Hizbul Wathon, khusus kedisiplinan sebagai spirit suksesnya gerakan, sehingga para yuniornya merasa kagum akan ketulusan dan keteladanannya.

Kami turut berduka atas wafatnya Ramanda Yusuf Ismail Adam, sebagai sosok kader Muhammadiyah yang militan dan aktif melakukan kaderisasi, semoga menjadi amal solehnya, dan mendapat ampunanNya, serta semoga keluarga diberikan ketabahan. Aamiin.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/08/2026 22:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu