Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ratusan Pelayat Antar Kepergian Mbah Pur, Relawan Muhammadiyah dari Jatinom

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ratusan Pelayat Antar Kepergian Mbah Pur, Relawan Muhammadiyah dari Jatinom
Jenazah Almarhum Mbah Purwanto Disholatkan di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom Blitar (Agus Fawaid/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Ratusan warga memadati rumah duka di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (4/6/2026), setelah kabar wafatnya Purwanto atau yang akrab disapa Mbah Pur tersebar di tengah masyarakat. Kehadiran para pelayat menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama hidupnya dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB di kediamannya yang berada di Jalan Kyai Arfan RT 03 RW 02, Desa Jatinom. Rumah duka yang tidak jauh dari Perempatan Indomaret Jatinom dipadati keluarga, kerabat, tetangga, warga setempat, serta berbagai tokoh masyarakat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.

Turut hadir dalam takziyah tersebut Kepala Desa Jatinom beserta perangkat desa, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Blitar, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kanigoro, karyawan Lazismu Kabupaten Blitar, karyawan Rumah Sakit Aminah Muhammadiyah Blitar, kepala sekolah Muhammadiyah, guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah, karyawan PT Jatinom Indah, jamaah masjid, jamaah kajian, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Mbah Pur dikenal sebagai sesepuh, relawan, sekaligus warga Muhammadiyah yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Almarhum juga merupakan adik dari almarhum Marmin Siswoyo, mantan Ketua PDM Kabupaten Blitar.

Jenazah almarhum disalatkan di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom yang berada tidak jauh dari rumah duka. Setelah prosesi salat jenazah, almarhum diberangkatkan menuju pemakaman keluarga menggunakan ambulans Lazismu Kabupaten Blitar.

Pemakaman dilaksanakan di kompleks pemakaman keluarga yang berada di sebelah barat Tempat Pemakaman Umum Desa Jatinom. Di lokasi tersebut juga terdapat makam almarhum Marmin Siswoyo.

Salah seorang pelayat, Mega, yang juga merupakan jamaah masjid dan tinggal di sekitar rumah almarhum, menceritakan kondisi sebelum kabar duka tersebut tersebar.

“Setelah mendengar kabar itu, saya langsung mengabari warga dari rumah ke rumah. Tadi malam almarhum masih salat berjamaah di masjid seperti biasa,” ujarnya.

Menurut Mega, keseharian Mbah Pur tidak jauh dari aktivitas ibadah dan kegiatan kemasyarakatan.

“Biasanya beliau salat Subuh di masjid. Namun tadi pagi salat di rumah. Biasanya setelah salat beliau tidak tidur lagi, tetapi tadi pagi beliau sempat tidur, kemudian diketahui meninggal dunia di rumah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa almarhum selama ini dikenal aktif membantu berbagai kegiatan masyarakat.

“Usianya memang sudah lanjut. Mungkin ada riwayat sakit atau kelelahan. Beliau juga sangat aktif. Saat persiapan Iduladha kemarin ikut menjadi panitia kurban dari awal sampai selesai, membantu mencarikan hewan kurban, ikut menjaga sapi kurban sampai malam, lalu siangnya membantu proses pembagian daging kurban,” tuturnya.

Prosesi pemberangkatan jenazah dari Masjid At-Taqwa Hasan menuju lokasi pemakaman dipimpin oleh Ustaz Ganang Edi Widodo dari Muhammadiyah Blitar.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dalam sambutannya di masjid, Ustaz Ganang menyampaikan pesan mewakili keluarga almarhum.

“Saya juga mewakili keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup almarhum memiliki kekurangan dan kesalahan. Terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa almarhum dikenal aktif mengikuti kajian dan kegiatan ibadah di masjid.

“Apabila almarhum memiliki tanggungan atau utang yang belum terselesaikan, keluarga mempersilakan siapa pun untuk menghubungi ahli waris agar dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Ustaz Ganang kemudian mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan almarhum.

“Mari kita berdoa bersama, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga almarhum husnul khatimah,” tuturnya.

Usai prosesi di masjid, rombongan pelayat mengantar jenazah hingga ke lokasi pemakaman. Setelah seluruh rangkaian pemakaman selesai dilaksanakan, Ustaz Ganang kembali mengajak para pelayat untuk terus mendoakan almarhum.

“Proses pemakaman sudah selesai. Namun masih ada satu tugas kita bersama, yaitu terus mendoakan almarhum agar mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT,” katanya.

Doa bersama kemudian dipanjatkan oleh seluruh pelayat yang hadir. Mereka memohon agar almarhum diberikan ketenangan, diampuni segala kesalahannya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan bersama orang-orang saleh.

Setelah doa bersama selesai dilaksanakan, para pelayat meninggalkan area pemakaman secara bergantian. Kepergian Mbah Pur meninggalkan kenangan bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang selama ini mengenalnya melalui berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang dijalani semasa hidupnya. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu