Dunia kesehatan kini tak lagi sekadar identik dengan layanan klinis semata. Di era digital, citra lembaga dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Hal inilah yang mendorong RSU Muhammadiyah Ponorogo untuk terus berbenah melalui partisipasi dalam Workshop Optimalisasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang digelar di Hotel Mövenpick Surabaya, 7–9 April 2026.
Workshop ini mengangkat tema yang relevan dengan perkembangan zaman, yakni integrasi Artificial Intelligence (AI) dan komunikasi efektif sebagai strategi memperkuat posisi rumah sakit di tengah persaingan layanan kesehatan yang semakin dinamis.
Hadir sebagai pembicara kunci, dr. Atok Irawan, Sp.P, M.Kes, Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, menegaskan bahwa transformasi promosi kesehatan harus dimulai dari level kepemimpinan.
Menurutnya, advokasi direksi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik sekaligus membentuk citra rumah sakit yang modern dan adaptif.
“Rumah sakit harus responsif terhadap perubahan. Branding bukan sekadar tampilan visual, tetapi komitmen pimpinan dalam menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Integrasi AI dan Komunikasi Humanis
Semangat transformasi tersebut turut diikuti oleh RSU Muhammadiyah Ponorogo. Danang Asfahani, Kasubbag Pemasaran dan PKRS, hadir langsung dalam kegiatan ini guna menyerap berbagai strategi terbaru dalam pemanfaatan teknologi AI.
Di tengah dominasi generasi milenial dan Gen Z, pola komunikasi kesehatan mengalami perubahan signifikan. Informasi dituntut lebih cepat, personal, dan visual. Melalui AI, PKRS dapat dioptimalkan dalam beberapa aspek, antara lain:
- Personalisasi Edukasi: Penyampaian informasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien secara lebih tepat sasaran.
- Efisiensi Produksi Konten: Pembuatan materi promosi yang kreatif dan menarik dengan dukungan teknologi digital.
- Komunikasi Lebih Humanis: Penyajian pesan kesehatan yang lebih ringan, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat luas.
Komitmen Tingkatkan Layanan Informasi
Keikutsertaan dalam workshop ini menjadi langkah strategis RSU Muhammadiyah Ponorogo dalam meningkatkan kualitas layanan informasi kesehatan. Di tengah maraknya disinformasi, peran PKRS berbasis data dan teknologi menjadi semakin penting.
“Ini adalah investasi pengetahuan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan yang tidak hanya akurat, tetapi juga menarik dan mudah diakses melalui platform digital,” ungkap perwakilan tim pemasaran.
Melalui sinergi antara teknologi AI dan strategi komunikasi yang tepat, RSU Muhammadiyah Ponorogo optimistis mampu menghadirkan standar baru dalam promosi kesehatan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di era digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments