Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Bertepatan dengan usia pesantren yang genap 40 tahun pada 2026, Al-Ishlah berhasil mengantarkan santri lulusan Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah diterima di salah satu perguruan tinggi Islam paling bergengsi di dunia, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan pada Selasa (2/6/2026) dan disambut penuh sukacita oleh keluarga besar pesantren.
Kabar tersebut pertama kali dibagikan oleh pembimbing santri Al-Ishlah ke Timur Tengah, Muhammad Arwani Rofi’i, Lc., M.Ag., melalui grup WhatsApp guru MA Al-Ishlah.
Menurut Arwani, tahun ini terdapat dua santri MA Al-Ishlah yang berhasil diterima di perguruan tinggi ternama di Timur Tengah, salah satunya di Universitas Al-Azhar Mesir.
“Salah satu santri berhasil masuk Al-Azhar adalah Guntur Dwi Sasana Putra, santri asal Doudo Panceng Gresik ini sedang mengikuti program Daurah Lughah online (kursus Bahasa Arab) dan matrikulasi pelajaran Ma’had Al-Azhar. Paling cepat bulan November atau Desember tahun ini calon mahasiswa baru akan diberangkatkan ke Mesir,” ungkap Arwani yang juga lulusan S-1 Al-Azhar tahun 2013.
Sebagai alumni Al-Azhar, Arwani berpesan agar para santri yang mendapat kesempatan belajar di Mesir mampu memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal.
“Pesan saya untuk calon mahasiswa Al-Azhar ini agar:
- Memaksimalkan kesempatan emas selama kuliah di Mesir dengan belajar sungguh-sungguh dan tekun. Baik dalam pendidikan formal di kampus maupun pendidikan non-formal di halaqah ilmiah yang banyak tersebar di masjid Al-Azhar dan sekitarnya.
- Saat masa kuliah aktif bersosialisasi dengan mahasiswa dari negara lain. Agar bisa mempraktekkan Bahasa Arab. Karena kalau hanya bergaul dengan sesama mahasiswa Indonesia, nanti yang lancar malah bahasa daerahnya,” pesan dosen STIQSI Lamongan ini.
Ia juga mengaku bangga atas capaian tersebut karena menjadi bukti keberhasilan kurikulum pesantren dan sekolah.
“Sebagai guru Al-Ishlah, saya bangga karena ini berarti kurikulum Bahasa Arab dan ilmu agama yang diajarkan di sekolah dan pondok sukses mengantarkan santrinya meraih cita-cita,” pungkas pria asli Manyar Sekaran Lamongan tersebut.
Sementara itu, Guntur Dwi Sasana Putra mengaku ketertarikannya melanjutkan studi ke luar negeri mulai tumbuh sejak masih belajar di SMP Muhammadiyah 12 Paciran.
Santri kelahiran 13 April 2008 itu mengaku terinspirasi oleh seniornya yang berhasil melanjutkan pendidikan ke Libya.
“Saat mendengar itu, hati saya semakin menggebu-gebu dan semakin termotivasi untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri, khususnya di Timur Tengah dan Afrika. Mulai saat itu aku mencari informasi tentang perkuliahan di luar negeri, dan saat itu saya hanya terpaku pada satu kampus, yakni Universitas Islam Madinah,” ujarnya.
Saat melanjutkan pendidikan di MA Al-Ishlah, wawasan Guntur mengenai kampus-kampus internasional semakin terbuka.
“Di MA Al-Ishlah saya mulai lebih terbuka dan mulai mengenal yang namanya Al-Azhar University di Kairo, Al-Qarawiyyin di Maroko, Az-Zaitunah di Tunisia, dan kampus terkenal Timur Tengah lainnya. Saya pun mulai melihat persyaratannya dan mulai mencari relasi mahasiswa yang sudah kuliah di sana,” imbuhnya.
Usaha dan doa yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah dengan pertolongan Allah saya diterima di Al-Azhar Kairo, Mesir. Bapak ibu saya sangat bahagia dan mereka memberikan berbagai nasehat dan motivasi untuk kedepannya,” tuturnya.
Keberhasilan Guntur mendapat sambutan haru dari kedua orang tuanya, Heri Prianto dan Afriyanti.
“Naaak! Nggak usah mikirkan biayanya dulu, In sya Allah ada jalannya, yang penting kamu di sana belajar dengan rajin dan menjadi pribadi yang lebih baik yakinlah kamu bisa anak ku,” tutur Ibunda Afriyanti.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ponpes Al-Ishlah yang telah empat dekade berkiprah dalam dunia pendidikan dan kaderisasi umat. Keberhasilan santrinya menembus Universitas Al-Azhar juga menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat internasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments