Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Santri Menguatkan Negeri, Bukan Sekadar Menjaga Tradisi

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Santri Menguatkan Negeri, Bukan Sekadar Menjaga Tradisi
Foto: Dok/Pribadi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Dr. H. Suli Da’im, M.M., P.Ma. Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur 1995–1997 | Ketua Umum PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur 2006–2010

Jangan Biarkan Kesenjangan Membesar

Persoalan lain yang tidak boleh diabaikan adalah kesenjangan antarpesantren. Sebagian telah memiliki laboratorium, perpustakaan memadai, akses internet, dan tenaga pendidik berkualitas.

Sebagian lainnya masih menghadapi keterbatasan sarana, pendanaan, sumber daya manusia, dan infrastruktur digital.

Jika kesenjangan ini dibiarkan, kesempatan santri untuk berkembang akan sangat ditentukan oleh tempat mereka belajar, bukan semata-mata oleh kemampuan dan kesungguhannya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu menghadirkan dukungan berkelanjutan. Bantuan tidak cukup berupa pembangunan gedung atau pengadaan perangkat.

Peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, penyediaan perpustakaan digital, dan penguatan tata kelola kelembagaan juga harus menjadi prioritas.

Jawa Timur memiliki peluang besar untuk memperkuat kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga filantropi.

Perguruan tinggi dapat mendampingi pengembangan pembelajaran, dunia usaha membuka kesempatan magang, sedangkan organisasi masyarakat memperluas beasiswa dan pelatihan keterampilan.

Keberhasilan kebijakan tidak semestinya diukur dari banyaknya kegiatan atau bantuan yang disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah peningkatan mutu pembelajaran, kompetensi lulusan, dan terbukanya kesempatan yang lebih setara bagi santri.

Pemerataan juga bukan berarti menyeragamkan pesantren. Kekhasan pesantren salaf, modern, dan berbagai model lainnya harus tetap dihormati. Keragaman tradisi pendidikan itu justru dapat menjadi kekuatan jika didukung kesempatan berkembang yang adil.

Dari Pesantren untuk Masyarakat

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan santri bukan hanya banyaknya lulusan, gelar, atau prestasi akademik. Ukuran yang tidak kalah penting ialah seberapa besar manfaat yang mereka berikan kepada masyarakat.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Santri dapat terlibat dalam gerakan literasi desa, membantu anak-anak yang kesulitan belajar, mengembangkan teknologi pertanian, mendampingi usaha mikro, mengedukasi masyarakat tentang kesehatan, atau membantu warga mengakses layanan digital.

Dengan cara itu, pesantren tidak menjadi menara gading yang terpisah dari persoalan sosial. Pesantren menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang menyumbangkan kekuatan moral, pengetahuan, dan jaringan sosial.

Sejarah Pondok Tremas, yang berdiri sejak 1830 dan melahirkan ulama seperti Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren mampu melahirkan tokoh yang melampaui batas geografis.

Tantangan generasi sekarang adalah meneruskan warisan tersebut dengan menjawab kebutuhan zaman yang berbeda.

Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi impian tentang kemakmuran. Ia harus menjadi agenda bersama untuk membangun manusia yang berpengetahuan, berkarakter, produktif, dan peduli terhadap kepentingan umum.

Santri harus berakar kuat pada nilai keislaman tanpa tertinggal dalam ilmu pengetahuan. Mereka perlu menguasai teknologi tanpa kehilangan daya kritis dan kemanusiaan. Mereka juga harus mampu berprestasi tanpa melupakan tanggung jawab sosial.

Hari Santri Nasional bukan sekadar kesempatan mengenang jasa masa lalu. Inilah momentum untuk memastikan santri memiliki bekal, kesempatan, dan ruang berkontribusi bagi masa depan.

Santri yang menguatkan negeri bukan hanya santri yang mampu menjaga tradisi, melainkan juga yang sanggup mengembangkan ilmu, menguasai kompetensi, menjaga adab, dan menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa.

Dari pesantren, Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan itu. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 22/10/2026 17:30
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu