Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Gresik menjadi momentum bagi para guru Muhammadiyah untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif dan kolaboratif.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Simposium Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik yang digelar di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik, termasuk Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti yang mengirimkan 10 guru sebagai peserta simposium.
Simposium mengangkat tema “Guru Muhammadiyah Inspiratif, Inovatif, dan Kolaboratif untuk Pendidikan Bermutu”. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh penguatan mengenai peran guru dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu materi disampaikan oleh Wakil PWM Jawa Timur Bidang Pendidikan, Dr. Hidayatullah, M.Si. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pembelajaran rutin, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun perubahan sosial melalui pendidikan.
“Guru bukan sekadar profesi, guru harus hadir dengan sepenuh jiwa raga karena guru hadir oleh panggilan jiwa untuk berdakwah membangun peradaban,” jelas Dr. Hidayatullah di hadapan peserta simposium.
Ia juga menekankan pentingnya karakter guru Muhammadiyah yang inspiratif, inovatif, dan kolaboratif dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang unggul. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai penggerak pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti, Ma’rifah Ramadhona, S.Pd., menyampaikan bahwa simposium tersebut memberikan motivasi dan wawasan baru bagi para guru Muhammadiyah.
“Menjadi guru Muhammadiyah harus visioner agar menghasilkan perubahan untuk pendidikan yang bermutu. Banyak motivasi dari Ustadz Hidayatullah yang bisa diterapkan dan menjadi penyemangat untuk terus berusaha menjadi lebih baik,” tuturnya.
Selain mengikuti simposium, SD Muhammadiyah 1 Menganti juga meraih penghargaan dalam ajang Praktik Baik Pembelajaran Mendalam Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Kabupaten Gresik.
Tiga guru sekolah tersebut, yakni Ma’rifah Ramadhona, S.Pd., Fariatus Sholikha, S.Pd., dan Dwi Sri Wahyuni, S.Pd., memperoleh penghargaan Karya Terbaik Ketiga melalui inovasi pembelajaran berbasis STEM sederhana bertajuk “Saat Kelas Biasa Menjadi Luar Biasa”.
Inovasi tersebut diterapkan dalam pembelajaran Matematika kelas VI pada materi pecahan melalui proyek “Kafe Mini Pecahan”. Dalam kegiatan itu, siswa mempelajari konsep pecahan melalui simulasi aktivitas kafe mini sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih kontekstual dan interaktif.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari materi pelajaran, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Kegiatan simposium ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak guru Muhammadiyah yang aktif mengembangkan inovasi pembelajaran dan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments