SMK Milan menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam pembuatan instalasi hidroponik sebagai sarana pembelajaran bagi siswa. Program ini diharapkan mampu menjadi media edukasi yang tidak hanya mengenalkan pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar sejak dini.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Instalasi hidroponik dipilih karena dinilai ramah lingkungan, hemat lahan, serta memiliki peluang ekonomi yang cukup besar apabila dikelola secara serius. Dengan adanya fasilitas ini, siswa diharapkan dapat memahami proses budidaya tanaman modern sekaligus belajar mengembangkan potensi usaha di bidang pertanian kreatif.
Dari pihak UMSIDA, program ini mendapat dukungan langsung dari Kaprodi Agroteknologi, M. Abror. Dalam pelaksanaannya, beliau mendelegasikan pendampingan teknis kepada dua mahasiswa semester 4 Program Studi Agroteknologi, yakni Krisna dan Azril. Keduanya dipercaya untuk mendampingi para siswa dalam proses pengelolaan instalasi hidroponik mulai dari tahap awal hingga masa panen.
Proses pembuatan instalasi hidroponik sendiri berlangsung kurang lebih selama satu pekan. Kegiatan diawali dengan survei lokasi dan penentuan tata letak instalasi di lingkungan sekolah agar mendapatkan pencahayaan yang cukup untuk pertumbuhan tanaman.
Setelah itu, tim pendamping bersama siswa mulai merakit rangka hidroponik, memasang pipa instalasi, menyiapkan saluran air, hingga pengecekan aliran nutrisi agar sistem dapat berjalan dengan baik.
Proses Penyemaian Benih
Pada tahap berikutnya, siswa dikenalkan dengan proses penyemaian benih dan pengenalan nutrisi tanaman hidroponik. Selama beberapa hari, para siswa secara aktif ikut membantu proses perawatan bibit sekaligus belajar memahami cara kerja sistem hidroponik modern. Setelah seluruh instalasi dinyatakan siap digunakan, pada hari ini Selasa (12/5/2026), kegiatan memasuki tahap pindah tanam dari media semai ke instalasi hidroponik utama.
Krisna menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan praktik biasa, melainkan bentuk kolaborasi pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Menurutnya, hidroponik menjadi salah satu metode pertanian modern yang mudah diterapkan di lingkungan sekolah dan memiliki manfaat besar bagi pembelajaran.
“Kami siap membantu dan mendampingi adik-adik SMK Milan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga nanti panen. Harapannya, mereka bisa memahami sistem hidroponik dengan baik dan mampu mengembangkannya secara mandiri,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Azril yang menilai bahwa keterlibatan siswa secara langsung akan membuat mereka lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka wawasan terkait peluang usaha pertanian modern. Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi sekolah lain.
Sementara itu, pihak sekolah juga menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan program tersebut dengan membentuk tim penanggung jawab hidroponik yang langsung dieksekusi oleh para siswi SMK Milan. Tim tersebut dikomandani oleh Aurel Putri, siswi kelas X DKV, yang dipercaya memimpin jalannya kegiatan hidroponik di sekolah.
Budidaya Tanaman
Aurel menjelaskan bahwa tim hidroponik nantinya memiliki tanggung jawab penuh terhadap seluruh proses budidaya tanaman. Mulai dari pembibitan, perawatan, pengecekan nutrisi, hingga proses panen dan pemasaran hasil tanaman akan dilakukan secara bersama-sama oleh anggota tim.
“Kami senang karena bisa belajar langsung praktik hidroponik. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga mengajarkan kerja sama tim dan cara mengelola usaha sederhana,” ungkap Aurel.
Program instalasi hidroponik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terciptanya budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu memiliki keterampilan tambahan yang dapat menjadi bekal di masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun membangun usaha mandiri.
Kolaborasi antara UMSIDA dan SMK Milan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dapat menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan berdampak positif bagi generasi muda.
Dengan pendampingan berkelanjutan dari mahasiswa serta keterlibatan aktif siswa, instalasi hidroponik ini diharapkan mampu berkembang menjadi media belajar produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah maupun masyarakat sekitar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments