Salat Isya dan subuh berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Kedua salat ini menjadi ujian keimanan karena dilaksanakan pada waktu yang paling berat bagi sebagian orang.
Rasulullah saw bahkan menyebutkan bahwa salat isya dan subuh adalah salat yang paling berat bagi orang munafik, sementara pahala bagi mereka yang istikamah menghadirinya berjamaah sangat luar biasa, hingga setara dengan menghidupkan malam dalam ibadah.
Waktu subuh adalah kesempatan untuk menilai diri sendiri tentang seberapa dekat diri dengan Allah.
Seberapa besar kamu menginginkan surga, sanggupkah kamu meninggalkan tempat tidur untuk kemudian bersegera bersujud kepada Tuhanmu?
Salat subuh adalah tolak ukur keimanan seseorang, Batas antara kita dengan orang munafik adalah menghadiri salat isya dan subuh sebab orang-orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua Shalat tersebut.”
Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan salat subuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan salat subuh karena aktivitas tidur.
Nabi Muhammad saw bersabda,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
«إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الصُّبْحِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا»
“Sesungguhnya salat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah salat isya dan salat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Tidak ada shalat yang lebih berat dirasakan oleh orang munafik melebihi salat subuh dan salat isya, seandainya mereka tahu apa-apa yang ada padanya, pastilah mereka mendatanginya meskipun dengan harus mengesot. Dan sungguh, aku berpikir untuk meyuruh muadzin mengumandangkan iqamat, lalu aku suruh seseorang untuk mengimami manusia, sementara itu kuambil api dan kubakar (rumah) orang-orang yang tidak keluar (mengerjakan) salat subuh. (Al-Lu’lu wal Marjan no. 383)
Salat subuh adalah babak pertamamu melawan setan, entahlah kamu yang berhasil menjatuhkannya ataukah setan yang justru menjatuhkanmu dengan membuatmu tertidur.
Kenapa Dua halat Ini Terberat?
Alasannya: Salat Isya: Waktu istirahat setelah lelah beraktivitas seharian, godaan kantuk sangat besar, dan sering terdistraksi oleh kenyamanan rumah atau hiburan.
Salat subuh: Waktu yang sangat nyaman untuk melanjutkan tidur, sehingga godaan rasa malas untuk bangun dan beranjak ke masjid sangat tinggi.
Keutamaan Berjamaah Isya dan Subuh: Barang siapa yang melaksanakannya, seolah-olah dia telah shalat (menghidupkan ibadah) sepanjang malam.
Barang siapa yang salat Isya berjamaah maka pahalanya setara dengan menghidupkan separuh malam dalam ibadah.
Saking besarnya pahala tersebut, orang munafik pun akan memaksakan diri untuk hadir jika mereka benar-benar mengerti, meski harus merangkak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments