Kegiatan Pensil Warna hari ke-2 di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus B menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik sebagai guru tamu, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi bencana melalui edukasi dan simulasi secara langsung.
Dalam sesi edukasi, tim BPBD Gresik mengenalkan langkah-langkah penyelamatan diri yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi. Murid diajarkan untuk tetap tenang, menjauhi benda-benda yang berpotensi membahayakan seperti kaca, melindungi kepala menggunakan tangan atau benda yang tersedia, serta berlindung di bawah meja, serta berlari ke tempat terbuka saat kondisi dinyatakan aman.
Selain itu, BPBD juga menjelaskan tanda-tanda peringatan apabila terjadi bencana. Murid diperkenalkan dengan bunyi sirine sebagai salah satu penanda keadaan darurat, serta informasi kebencanaan yang dapat disampaikan melalui pengeras suara di masjid sebagai bagian dari sistem peringatan kepada masyarakat.
Materi lain yang diberikan berkaitan dengan langkah yang harus dilakukan apabila seseorang terjebak saat terjadi bencana. Dalam kondisi tersebut, murid diimbau untuk memanfaatkan benda-benda di sekitar guna menghasilkan suara sehingga memudahkan petugas BPBD menemukan lokasi korban saat proses pencarian dan penyelamatan.
Setelah menerima materi, seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti simulasi penanganan bencana. Dalam simulasi tersebut, murid mempraktikkan secara langsung prosedur perlindungan diri ketika terjadi gempa, yakni melindungi kepala, hingga melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul sesuai arahan petugas.
Pengalaman Siswa
Salah satu peserta, Afiqa Zahira R.Y., murid kelas 6, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Sebelumnya saya mengira kalau terjadi gempa harus langsung berlari keluar, simulasi yang dilakukan juga membuat saya lebih paham karena bisa langsung mempraktikkannya,” ujarnya.
Kepala Urusan Kesiswaan SD Mugres Kampus B, Alda Novita Widyasari, S.Pd., mengatakan edukasi bencana menjadi bekal penting bagi murid agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Pengetahuan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri terhadap bencana perlu dimiliki agar anak-anak mampu merespons situasi darurat dengan tenang, tepat, dan tidak panik. Melalui simulasi, murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa mempraktikkan prosedur evakuasi yang benar,” jelasnya.
Sekolah berharap setelah mendapatkan pengetahuan dari BPBD, murid memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, dan simulasi yang dilakukan dapat memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan ketika dalam kondisi darurat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments