Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Muhammadiyah 2 Surabaya Awali Program Kelas di Mall, Jadikan Pusat Perbelanjaan sebagai Ruang Belajar

Iklan Landscape Smamda
SD Muhammadiyah 2 Surabaya Awali Program Kelas di Mall, Jadikan Pusat Perbelanjaan sebagai Ruang Belajar
Satu-satunya di Surabaya, SD Muhammadiyah 2 Hadirkan Inovasi "Kelas di Mall" Berbasis Kecakapan Hidup (Indira Yunia Elvi/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 2 Surabaya mengawali pelaksanaan program Kelas di Mall pada tahun ajaran 2026/2027 dengan mengajak siswa kelas 5 Gaza belajar matematika di BG Junction Surabaya, Rabu (5/8/2026). Program pembelajaran kontekstual tersebut memanfaatkan ruang publik sebagai sarana belajar sekaligus mengembangkan kecakapan hidup (life skills) peserta didik.

Pada kegiatan perdana ini, siswa mempelajari materi Nilai Tempat melalui praktik langsung di lingkungan pusat perbelanjaan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan eksplorasi di toko perlengkapan rumah tangga Mr. DIY dan supermarket Samudra. Berbagai label harga, jumlah barang, hingga simulasi transaksi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sehingga konsep matematika dapat dipahami melalui pengalaman nyata.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, S.Pd., mengatakan program Kelas di Mall dirancang sebagai bagian dari kurikulum sekolah yang menekankan keseimbangan antara penguasaan akademik dan pengembangan karakter.

“Kami ingin meruntuhkan sekat bahwa belajar itu hanya bisa dilakukan di dalam ruang kelas yang kaku. Mall BG Junction ini kami sulap menjadi laboratorium sosial dan matematika bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurut Zaki, pembelajaran di ruang publik menjadi media untuk menumbuhkan berbagai kecakapan hidup yang dibutuhkan peserta didik. Selain memperkuat pemahaman akademik, siswa juga dilatih membangun kemandirian, mengelola keuangan sederhana, berinteraksi dengan masyarakat, memecahkan persoalan yang ditemui di lapangan, menggunakan bahasa Inggris dalam situasi praktis, serta tetap menjaga adab dan nilai-nilai keislaman di mana pun berada.

“Harapan besar kami melalui program Kelas di Mall ini adalah lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental, mandiri, cakap dalam memecahkan masalah sehari-hari, serta tetap kokoh memegang adab dan nilai-nilai spiritual sebagai hamba Allah di mana pun mereka berada,” tambahnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Guru kelas 5 Gaza, Diva Adesya, yang mendampingi kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran di mall merupakan bagian dari integrasi berbagai mata pelajaran yang dipelajari siswa di sekolah.

“Pada intinya pembelajaran di mall ini berkesinambungan dengan pembelajaran rumpun yang ada di sekolah, jadi materi atau bahan yang digunakan pada pembelajaran di mall adalah pembelajaran rumpun dalam satu waktu. Guru kelas menentukan akan belajar rumpun apa. Selain belajar di kelas MBA SPARTANS, kita juga bisa explore tempat yang ada di sana sesuai dengan materi,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep matematika secara teoritis, tetapi juga menghubungkannya dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman belajar secara langsung di ruang publik diharapkan mampu meningkatkan pemahaman materi sekaligus membentuk kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara mandiri.

Program Kelas di Mall menjadi salah satu model pembelajaran kontekstual yang diterapkan SD Muhammadiyah 2 Surabaya pada tahun ajaran 2026/2027. Dengan memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai ruang belajar, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan nyata sekaligus memperkuat pengembangan karakter dan kecakapan hidup peserta didik. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 06/08/2026 05:46
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu