Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Puzzle Tanpa Lem Jadi Cara Unik Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Latih Ketangguhan Siswa

Iklan Landscape Smamda
Puzzle Tanpa Lem Jadi Cara Unik Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Latih Ketangguhan Siswa
Puzzle Tanpa Lem Jadi Cara Unik Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Latih Ketangguhan Siswa (Lola Dwi Rapinka/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pandu Hizbul Wathan Kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro memanfaatkan puzzle tanpa lem sebagai media pembelajaran tata cara shalat sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, Rabu (5/8/2026). Melalui metode tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari gerakan dan bacaan shalat, tetapi juga dilatih berpikir kritis, bekerja sama, serta berani mencoba dan memperbaiki kesalahan.

Berbeda dengan permainan puzzle pada umumnya, seluruh potongan gambar dalam kegiatan ini disusun tanpa menggunakan lem. Setiap kelompok diberi kebebasan menyusun, mengubah, mengevaluasi, hingga membongkar kembali hasil pekerjaannya sampai menemukan susunan yang benar. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi siswa untuk belajar melalui proses, bukan sekadar mengejar hasil akhir.

Setiap kelompok memperoleh potongan gambar gerakan shalat beserta bacaan yang harus dipasangkan sesuai urutan. Selama proses berlangsung, seluruh anggota kelompok aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, saling mengoreksi, dan menentukan keputusan bersama mengenai susunan yang dianggap tepat.

Suasana belajar menjadi semakin menarik ketika kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah pada siang hari. Hembusan angin beberapa kali menerbangkan potongan-potongan puzzle yang telah disusun. Meski demikian, para siswa tidak menyerah. Mereka segera mengumpulkan kembali potongan puzzle yang berpindah tempat, menyusunnya kembali, lalu melanjutkan diskusi hingga menemukan jawaban yang benar.

Puzzle Tanpa Lem Jadi Cara Unik Hizbul Wathan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Latih Ketangguhan Siswa
Mengapa Puzzle Shalat Disusun Tanpa Lem? Cara Kreatif Hizbul Wathan Kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Latih Inisiatif Anak (Lola Dwi Rapinka/PWMU.CO)

Pengajar Hizbul Wathan Kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Alful Rahmania, S.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan puzzle tanpa lem merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang dirancang untuk membangun karakter peserta didik.

“Kami sengaja tidak menggunakan lem agar anak-anak tidak terpaku pada hasil akhir. Mereka bebas mencoba, mengubah, berdiskusi, lalu memperbaiki susunannya hingga benar. Dari proses itulah tumbuh inisiatif, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, sekaligus belajar dari kesalahan,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, pembelajaran yang bermakna tidak selalu memberikan jawaban secara langsung, tetapi memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan solusi melalui pengalaman belajar.

“Anak-anak belajar bahwa salah itu bukan akhir. Mereka belajar bangkit, memperbaiki, dan terus mencoba sampai berhasil. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan Hizbul Wathan,” tambahnya.

Selain memperkuat pemahaman tata cara shalat sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, kegiatan tersebut juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta pengambilan keputusan melalui musyawarah dalam kelompok. Pengalaman belajar yang diperoleh diharapkan mampu membentuk karakter tangguh sekaligus membiasakan peserta didik menghadapi tantangan dengan sikap positif.

Melalui kegiatan Hizbul Wathan ini, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro terus mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual. Media sederhana seperti puzzle tanpa lem dimanfaatkan untuk mengintegrasikan pemahaman keagamaan dengan penguatan karakter, sehingga siswa tidak hanya memahami tata cara shalat sesuai Tarjih Muhammadiyah, tetapi juga terbiasa bekerja sama, berpikir kritis, dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 06/08/2026 06:42
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu