Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN T Umsida) menghadirkan rocket stove sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di sejumlah desa lokasi pengabdian.
Melalui teknologi tepat guna tersebut, mahasiswa Umsida ingin mengurangi pembakaran sampah yang menghasilkan asap berlebih sekaligus mendukung masyarakat menerapkan pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Program ini dijalankan oleh KKN T Kelompok 18 di Desa Simpang, Kecamatan Prambon yang membuat rocket stove pada Sabtu, (11/7/2026).
Sedangkan KKN T Kelompok 24 di Desa Mindugading, Kecamatan Tarik, mulai membangun alat ini pada Ahad, (12/7/2026).
Solusi Pembakaran Sampah Ramah Lingkungan
Rocket stove merupakan tungku pembakaran yang dirancang menggunakan sistem sirkulasi udara sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna, menghasilkan panas lebih tinggi, dan meminimalkan asap dibandingkan pembakaran konvensional.
Koordinator pembuatan rocket stove KKN T 18, Ihwan Goddard Chusmintyo, menjelaskan bahwa ide pembuatan rocket stove ini berawal dari hasil pemetaan masalah lingkungan di Desa Simpang.
Di sini pembakaran sampah secara konvensional seringkali menimbulkan asap pekat yang mengganggu kesehatan.
“Kami melihat perlunya sebuah sistem pembakaran yang tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga,” ujar Ihwan.
Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut memanfaatkan desain J-tube sehingga aliran udara dari bawah mampu mengoptimalkan proses pembakaran limbah biomassa maupun sampah kering.
“Melalui desain ini, aliran udara dari bawah akan mendorong proses pembakaran sampah kering atau limbah biomassa di dalam tungku secara vertikal,” jelasnya.
Hasilnya, kata Ihwan, pembakaran menjadi jauh lebih sempurna dengan suhu tinggi dan menghasilkan asap yang sangat minim.
Sementara itu, KKN T Kelompok 24 mengembangkan pembangunan rocket stove melalui Program PILAR (Pilah Sampah, Lingkungan Asri dan Rapi) di Desa Mindugading.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama anggota Karang Taruna Dusun Gading.
Mahasiswa dan pemuda desa bersama-sama menyiapkan material, menyusun bata, hingga merakit tungku agar dapat digunakan masyarakat.
Ketua KKN-T Kelompok 24, Khoirul Anam, mengatakan bahwa Program PILAR tidak hanya menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan.
“Program PILAR kami rancang tidak hanya untuk menghadirkan sebuah fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Rocket stove pertama dibangun di Dusun Gading berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Selanjutnya, mahasiswa juga merencanakan pembangunan rocket stove kedua di Dusun Mindu agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Kolaborasi Mahasiswa dan Warga Perkuat Program KKN
Program pembangunan rocket stove memperoleh dukungan penuh dari masyarakat di kedua desa.
Di Desa Mindugading, Koordinator Pemuda Dusun Gading, Kevin, menyampaikan bahwa Karang Taruna siap mendukung berbagai program yang dibawa mahasiswa KKN karena dinilai memberikan manfaat nyata.
“Kami sangat senang dan menyambut baik kehadiran teman-teman KKN Umsida. Semoga kolaborasi antara mahasiswa, Karang Taruna, dan warga dapat terus terjalin, tidak hanya pada pembangunan rocket stove tetapi juga program lainnya,” katanya.
Sementara di Desa Simpang, masyarakat turut membantu kelancaran pembangunan dengan meminjamkan berbagai peralatan kerja yang dibutuhkan mahasiswa selama proses pengerjaan.
Dukungan tersebut mempercepat pembangunan hingga memasuki tahap penyusunan material dan penyelesaian akhir sebelum dilakukan uji coba serta diserahterimakan kepada pemerintah desa.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments