Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kader Adiwiyata SMK Muhammadiyah 8 Siliragung: Dari Memungut Sampah Menuju Gerakan Mencegah Sampah

Iklan Landscape Smamda
Kader Adiwiyata SMK Muhammadiyah 8 Siliragung: Dari Memungut Sampah Menuju Gerakan Mencegah Sampah
Kader Adiwiyata SMK Muhammadiyah 8 Siliragung: Dari Memungut Sampah Menuju Gerakan Mencegah Sampah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur, tidak hanya menjadi ajang penyambutan peserta didik baru, tetapi juga momentum menanamkan karakter peduli lingkungan melalui budaya minim sampah. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) ini diikuti sekitar 550 peserta didik baru.

Sejak hari pertama FORTASI, seluruh peserta didik baru diajak menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar, yakni membawa tumbler dan alat makan guna ulang. Langkah tersebut menjadi upaya nyata untuk mencegah timbulan sampah dari kemasan makanan dan minuman sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di lingkungan sekolah.

Bagi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, pendidikan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan memungut atau membersihkan sampah. Sekolah berkomitmen mengubah paradigma dari sekadar mengelola sampah menjadi mencegah sampah sejak dari sumbernya.

Budaya tersebut telah dibangun secara konsisten selama lebih dari 15 tahun melalui kaderisasi Kader Lingkungan yang lahir dari kegiatan ekstrakurikuler Organisasi Siswa Pecinta Alam (Orspala).

Melalui kaderisasi itu, setiap generasi siswa didorong menjadi agen perubahan yang mengajak teman-temannya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.

Guru SMK Muhammadiyah 8 Siliragung sekaligus Juara I Duta Green Nasyiah se-Indonesia, Zahrotul Janah, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

“Indonesia Emas bukan hanya tentang investasi leher ke atas, tetapi juga bagaimana memastikan generasi kita memiliki kepedulian terhadap apa yang terjadi dengan buminya. Pelajar tidak cukup hanya diberi materi di dalam kelas, tetapi juga diajak turun langsung ke titik-titik kerusakan lingkungan yang paling dekat dengan sekolah, yaitu sungai yang dipenuhi sampah. Dari sana mereka belajar bahwa setiap kemasan sekali pakai yang kita tolak hari ini adalah bagian dari solusi bagi bumi di masa depan,” ujarnya.

Menurut Zahrotul, pengalaman belajar secara langsung mampu menumbuhkan empati sekaligus membentuk kesadaran peserta didik untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lingkungan.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Koordinator Adiwiyata sekaligus Pembina Orspala SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Agus Nur Ismail, mengatakan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan memerlukan proses panjang yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin kader lingkungan hanya dikenal sebagai petugas yang membersihkan sampah. Tugas utama mereka adalah mengedukasi, memberi teladan, dan membangun budaya agar sampah tidak muncul sejak awal. Membawa tumbler, menggunakan alat makan guna ulang, memilah sampah, hingga menghargai makanan adalah kebiasaan-kebiasaan kecil yang jika dilakukan bersama akan menghasilkan dampak besar. Inilah pendidikan karakter yang kami tanamkan kepada seluruh warga sekolah,” jelasnya.

Gerakan minim sampah di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan pembelajaran yang berkelanjutan. Nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan diintegrasikan dalam berbagai program sekolah, mulai dari FORTASI, pembelajaran berbasis proyek, aksi bersih sungai, hingga pengelolaan sampah berbasis partisipasi seluruh warga sekolah.

Melalui FORTASI 2026, sekolah berharap lebih dari 550 peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Sebab, perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu