Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun mendapat pembekalan soft skill public speaking melalui program Soft Skill Series yang menjadi bagian dari gelaran UMJT Menyapa Mahasiswa Baru dan Masta 2026.
Pada hari pertama, Rabu (16/9/2026), Soft Skill Series mengangkat tema Confidence Communication. Materi tersebut disampaikan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMJT, Awit Istighfarin, M.Med.Kom.
Dalam pelaksanaannya, Awit membagi kegiatan menjadi dua sesi, yakni penyampaian materi dan praktik. Porsi praktik dibuat lebih dominan agar mahasiswa baru tidak hanya memahami konsep komunikasi, tetapi juga berani tampil dan berbicara di depan orang lain.
Awit menyampaikan tiga hal utama dalam materi Confidence Communication, yakni cara menyampaikan pesan, cara melakukan penyampaian atau delivery, serta menentukan target pesan atau audience.
Namun, ia sengaja tidak memberikan materi teori terlalu banyak. Menurutnya, mahasiswa baru akan lebih mendapatkan pengalaman apabila langsung terlibat dalam praktik.
“Saya tidak mau (menyampaikan) banyak materi, mengalir saja, yang penting mahasiswa baru bisa berbicara, terbuka dan memiliki rasa ingin tahu. Kasihan juga kalau 4 jam hanya diberi materi teori. Materinya 10 menit saja,” ujar Istighfarin.
Kegiatan diawali dengan pengenalan diri. Mahasiswa baru diajak saling mengenal agar lebih dekat dan akrab satu sama lain.
Awit mengapresiasi respons mahasiswa baru yang dinilainya cukup aktif sejak awal kegiatan.
“Saya senang mahasiswa baru tidak pasif, cukup aktif. Ini pertama kali bertemu mereka. Biasanya pertama kali bertemu malu-malu, tapi ini tidak demikian, justru mereka berani menampilkan potensi diri dengan bernyanyi, suaranya bagus, padahal tadi belum masuk materi,” ujar Istighfarin.
Pada sesi praktik, mahasiswa baru diajak membuat tiga proyek konten video yang diunggah di Instagram mahasiswa. Masing-masing video berdurasi satu menit dan dikerjakan secara berkelompok.
Proyek pertama berupa video perkenalan kelompok. Pembagian kelompok ditentukan berdasarkan bulan kelahiran masing-masing mahasiswa.
Proyek kedua adalah campus tour UMJT. Dalam video tersebut, setiap mahasiswa dalam kelompok wajib terlibat dan berbicara.
Sementara proyek ketiga mengangkat tema “siapa dia”. Setiap mahasiswa memperkenalkan dirinya sekaligus menyampaikan hal unik tentang dirinya untuk kemudian diunggah di media sosial.
“Setiap selesai satu project kita over view lalu penyampaian materi begitu seterusnya sampai project selesai,” kata Istighfarin.
Pola tersebut membuat mahasiswa tidak langsung dituntut menghasilkan video akhir. Setiap proyek terlebih dahulu ditinjau, kemudian mahasiswa mendapatkan materi dan arahan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Menurut Awit, praktik pembuatan konten video tersebut dirancang untuk melatih kemampuan public speaking mahasiswa baru.
Prosesnya dimulai dari mengatasi rasa takut, melakukan persiapan, kemudian berlatih hingga mampu tampil atau performance di depan kamera.
“Saya kemas dalam proses panjang selama 4 akhirnya mereka dapat perform sesuai dengan instruksi yang saya sampaikan. Minimal mereka percaya diri. Proses ini masih butuh waktu. Tapi paling tidak mereka tahu kalau ngomong itu harus bisa menentukan pesna, cara delivery seperti apa dan menentukan target audiens seperti apa,” terang Istighfarin.
Melalui Soft Skill Series tersebut, mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan materi komunikasi, tetapi juga pengalaman langsung untuk membangun keberanian, keterbukaan, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri.
Kegiatan ini menunjukkan keseriusan UMJT dalam memberikan layanan akademik kepada mahasiswa, termasuk melalui pengembangan kemampuan nonakademik yang mendukung proses pembelajaran dan kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus.





0 Tanggapan
Empty Comments