MI Muhammadiyah 7 Kenep terus berkomitmen membentuk generasi yang berkarakter Islami melalui penyelenggaraan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) yang berlangsung pada (13–18/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di aula dan halaman madrasah ini menghadirkan berbagai materi pembinaan karakter yang disampaikan oleh fasilitator madrasah serta narasumber dari berbagai instansi sesuai dengan bidang keahliannya.
Pada hari ketiga, peserta Matamuda mendapatkan materi bertajuk “Ekoteologi: Aku Sayang Lingkungan, Aku Taat kepada Allah” yang disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Balen, Hj. Umi Ulfa, M.Pd. Materi ini menjadi salah satu bekal penting bagi peserta didik baru untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai keislaman yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Hj. Umi Ulfa menjelaskan bahwa Islam menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi, yaitu pemimpin yang memiliki amanah untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan alam secara bijaksana. Oleh karena itu, mencintai lingkungan bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi wujud nyata ketaatan kepada Allah Swt.
Peserta diajak memahami bahwa kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menghemat penggunaan air dan listrik, merawat tanaman, membuang sampah pada tempatnya, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai merupakan bagian dari akhlak mulia seorang muslim. Melalui kebiasaan-kebiasaan tersebut, setiap peserta didik dapat berkontribusi dalam menjaga bumi sebagai amanah dari Allah.
Tidak hanya menyampaikan teori, pemateri juga mengajak peserta membangun kepedulian lingkungan melalui aksi nyata yang dapat diterapkan di madrasah maupun di rumah. Dengan pendekatan yang interaktif, diselingi diskusi, permainan edukatif, dan praktik sederhana, suasana pembelajaran berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kepala MI Muhammadiyah 7 Kenep, Suprapto berharap materi ekoteologi yang diberikan saat Matamuda mampu menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai alam, serta menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga bumi adalah bagian dari mensyukuri nikmat Allah. Mencintai lingkungan berarti menjaga amanah-Nya,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments