Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Leadership Training Pimpinan PTMA Angkatan XII yang berlangsung di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Yogyakarta (13–18/7/2026).
Mengusung tema “Kepemimpinan Berkemajuan untuk PTMA Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan”, program tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para pimpinan perguruan tinggi dalam merespons dinamika pendidikan tinggi, percepatan transformasi digital, serta perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Salah satu perguruan tinggi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Institut Teknologi Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA).
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari itu dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi bagi para pimpinan PTMA.
Tidak hanya memperkuat kompetensi kepemimpinan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyamakan visi dalam membangun perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang unggul, adaptif, berdampak, dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang memadukan teori, praktik, serta studi lapangan, peserta didorong menghasilkan gagasan inovatif yang dapat diterapkan di institusi masing-masing.
Selama pelaksanaan di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, para peserta mengikuti pembelajaran intensif yang dipandu oleh akademisi, praktisi, serta pimpinan Muhammadiyah.
Lokasi yang berada di kawasan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi ruang yang mendukung terjalinnya diskusi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan antarpimpinan PTMA dari berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui sharing session, Focus Group Discussion (FGD), workshop, outbound, kunjungan lapangan, hingga penyusunan action plan sebagai pedoman implementasi di kampus masing-masing.
Pembukaan Leadership Training diawali dengan keynote speech Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., bertajuk Pengembangan PTMA Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan.
Dalam paparannya, Haedar Nashir menekankan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah harus mampu menjadi lokomotif kemajuan bangsa melalui kepemimpinan yang visioner, inovatif, serta tetap berpijak pada nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Menurutnya, perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan harus dijawab dengan keberanian berinovasi tanpa mengabaikan kualitas akademik, tata kelola yang baik, serta penguatan karakter.
Berbagai tokoh nasional turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang pendidikan tinggi Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., serta Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd., membahas arah kebijakan pendidikan tinggi, tata kelola kelembagaan, strategi branding di era Society 5.0, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mendukung transformasi perguruan tinggi.
Selain sesi di dalam kelas, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Melalui agenda tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan akademik, inovasi kelembagaan, serta strategi peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Keikutsertaan ITB Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) dalam Leadership Training Pimpinan PTMA Angkatan XII menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola perguruan tinggi.
Forum ini dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jejaring kerja sama, bertukar pengalaman, sekaligus mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengembangan institusi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Di sela-sela kegiatan, Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Darianto, S.E., M.M., mengatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai arah pengembangan perguruan tinggi di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
“Leadership Training ini memberikan wawasan yang sangat komprehensif, mulai dari penguatan tata kelola perguruan tinggi, strategi pengembangan institusi, hingga pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan. Materi yang disampaikan para narasumber sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini,” ujar Dr. Darianto.
Menurutnya, kepemimpinan perguruan tinggi ke depan harus mampu mengintegrasikan inovasi, kolaborasi, dan tata kelola yang profesional agar institusi mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Kami berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi diwujudkan dalam program-program nyata melalui action plan yang telah disusun. Dengan implementasi yang berkelanjutan, ITB Ahmad Dahlan Lamongan dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat inovasi, memperluas kolaborasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan Persyarikatan Muhammadiyah,” tuturnya.
Leadership Training Pimpinan PTMA Angkatan XII ditutup dengan presentasi action plan, evaluasi program, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan oleh seluruh peserta di institusi masing-masing.
Melalui program ini diharapkan lahir pemimpin-pemimpin PTMA yang mampu menjawab tantangan zaman, mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi, dan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan bangsa.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments