Beruntunglah orang yang memilih untuk terus berbuat baik dengan niat yang tulus dan ikhlas. Sebab, setiap kebaikan yang dilakukan sesungguhnya bukanlah sesuatu yang hilang begitu saja. Kebaikan adalah tabungan yang tak pernah hilang. Tabungan yang tak terlihat yang suatu saat pasti kembali kepada pemiliknya, sering kali melalui cara yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Dalam kehidupan ini, tidak semua kebaikan mendapatkan balasan langsung. Ada kalanya bantuan yang kita berikan dilupakan.
Ada kalanya pengorbanan yang kita lakukan tidak dihargai. Bahkan tidak jarang, orang yang telah kita bantu justru tidak menunjukkan rasa terima kasih. Namun, keadaan tersebut bukan berarti kebaikan kita sia-sia.
Kehidupan ini ibarat ladang yang sangat luas. Setiap kebaikan adalah benih yang kita tanam. Mungkin benih itu tidak tumbuh di tempat kita menanamnya, tetapi ia akan tumbuh di ladang lain yang telah Allah siapkan. Kelak, hasilnya akan kembali kepada kita dalam bentuk yang berbeda.
Seorang guru, misalnya, mengajar dengan penuh kesabaran selama puluhan tahun. Ia tidak pernah menghitung berapa banyak waktu dan tenaga yang telah dicurahkan. Mungkin tidak semua murid mengingat jasanya.
Namun, suatu hari ia mendengar bahwa salah satu muridnya menjadi dokter yang menyelamatkan banyak nyawa, atau menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat. Saat itulah ia menyadari bahwa kebaikan yang pernah ditanam telah berbuah.
Begitu pula seorang tetangga yang sering membantu warga sekitar tanpa mengharapkan imbalan. Ketika suatu saat ia mengalami kesulitan, ternyata banyak orang datang memberikan bantuan.
Mereka hadir bukan karena diminta, melainkan karena Allah menggerakkan hati mereka untuk membalas kebaikan yang pernah ia lakukan.
Ada pula seseorang yang gemar bersedekah secara diam-diam. Ia tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun.
Bertahun-tahun kemudian, ketika menghadapi musibah besar, Allah membukakan jalan keluar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bisa jadi itulah salah satu bentuk balasan dari kebaikan yang dahulu ia sembunyikan.
Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Senyuman yang menghibur, bantuan sederhana kepada teman, memberi makan orang yang lapar, atau menolong seseorang yang kesulitan, semuanya memiliki nilai di sisi Allah.
Kebaikan tidak pernah hilang. Allah, Tuhan Yang Maha Mengatur kehidupan, mencatat seluruh amal hamba-Nya dengan sangat teliti.
Kadang balasan itu datang melalui tangan orang yang tidak kita kenal. Kadang berupa rezeki yang tidak disangka-sangka. Kadang berupa kesehatan, ketenangan hati, keselamatan dari musibah, atau bahkan pengampunan dosa.
Oleh karena itu, teruslah berbuat baik. Jangan menjadikan penghargaan manusia sebagai tujuan utama. Jangan pula berhenti berbuat baik hanya karena pernah kecewa. Berbuat baiklah karena Allah, dan percayalah bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari perhitungan-Nya.
Pesan Luqman Al-Hakim kepada putranya menjadi pengingat yang sangat indah:
“Wahai anakku! Sungguh, jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu, atau di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sungguh, Allah Maha Halus lagi Maha Teliti.” (QS. Luqman: 16)
Ayat ini mengajarkan bahwa sekecil apa pun amal yang kita lakukan akan sampai kepada Allah. Tidak ada yang terlewat, tidak ada yang terlupakan.
Maka, marilah kita terus menanam benih-benih kebaikan setiap hari. Jika hari ini kita belum melihat hasilnya, bukan berarti benih itu mati. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan waktu yang paling tepat untuk menumbuhkannya.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan, pekerjaan, dan ibadah kita.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments