Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

20 Perguruan Tinggi Ikuti Penguatan Pertanggungjawaban Hibah Penelitian dan Pengabdian di Umsida

Iklan Landscape Smamda
20 Perguruan Tinggi Ikuti Penguatan Pertanggungjawaban Hibah Penelitian dan Pengabdian di Umsida
Penguatan Penelitian dan Pengabdian (Romadhona S/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 20 perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII mengikuti kegiatan Koordinasi dan Penguatan Pertanggungjawaban Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pelaksanaan 2025 di Aula Mas Mansyur Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Selasa (4/8/2026). Forum ini bertujuan memperkuat akuntabilitas pengelolaan hibah sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola penelitian dan pengabdian di perguruan tinggi.

Umsida menjadi co-host pelaksanaan angkatan pertama kegiatan tersebut. Selama forum berlangsung, peserta memperoleh pendampingan terkait ketertiban administrasi, kesesuaian pelaksanaan program, kelengkapan data dan dokumen, pemenuhan luaran penelitian dan pengabdian, serta akuntabilitas penggunaan dana hibah. Peserta juga memanfaatkan sesi konsultasi untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Koordinator Layanan Ketenagaan LLDIKTI Wilayah VII, Dr. Mayastuti, S.E., M.S.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. Menurutnya, setiap pengelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memiliki tanggung jawab memastikan seluruh penggunaan dana hibah dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.

“Karena kita menggunakan dana negara, secara amanah kita harus mempertanggungjawabkannya. Sekecil apa pun itu harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dr. Maya menambahkan bahwa pengalaman pengelola LPPM di setiap perguruan tinggi tidak sama. Sebagian telah lama mengelola hibah penelitian dan pengabdian, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan agar mampu menyusun dokumen secara sistematis dan sesuai ketentuan.

“Hasil koordinasi menjadi bahan bagi perguruan tinggi untuk menentukan langkah penyelesaian sesuai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing,” tuturnya.

Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Umsida, Prof. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah VII atas kepercayaan yang diberikan kepada Umsida sebagai tuan rumah kegiatan. Menurutnya, pendampingan seperti ini sangat membantu peneliti dan pelaksana pengabdian, khususnya bagi dosen yang baru pertama kali memperoleh pendanaan hibah.

“Terlepas dari adanya aturan, ada pula pendampingan. Dengan begitu, sesuatu yang awalnya terlihat rumit menjadi tidak lagi terlalu rumit,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas pengelola hibah, Prof. Sigit menilai forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi antarpenguruan tinggi. Kehadiran perwakilan dari 20 perguruan tinggi dinilai dapat mendorong kerja sama penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi institusi yang membutuhkan mitra dengan bidang keahlian tertentu.

Sementara itu, Wakil Rektor I Umsida, Prof. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., IPM., berharap kegiatan bersama LLDIKTI Wilayah VII mampu membantu perguruan tinggi meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kedua bidang tersebut merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung terhadap masyarakat maupun peningkatan mutu institusi.

“Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan jantung bagi perguruan tinggi. Lebih dari sekadar dokumennya, melalui penelitian dan pengabdian inilah berbagai dampak dapat diwujudkan,” ungkapnya.

Prof. Hana menjelaskan bahwa tata kelola penelitian yang baik turut berkontribusi terhadap peningkatan reputasi perguruan tinggi di tingkat internasional. Salah satu indikatornya adalah capaian Umsida yang pada 2026 masuk dalam pemeringkatan dunia pada rentang 1001–1500 untuk tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pendidikan berkualitas, kehidupan di bawah air, serta air bersih dan sanitasi.

Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah VII bersama perguruan tinggi peserta berharap kualitas pengelolaan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat semakin meningkat. Tata kelola yang akuntabel diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus menghasilkan penelitian dan pengabdian yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 06/08/2026 07:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu