Suasana ceria sekaligus penuh semangat menyelimuti SD Muhammadiyah Manyar Gresik.
Selama tiga hari, Senin-Rabu (8-10/6/2026), sekolah ramah anak ini menggelar Student Laboratory Conference (SLC) untuk seluruh siswa dari kelas I.
Kegiatan ini menjadi panggung bagi para siswa cilik untuk memamerkan, menjelaskan, dan mempertahankan hasil proyek pembelajaran yang telah mereka persiapkan dengan matang selama sebulan terakhir.
Ketua Jenjang Kelas I SDMM, Ustadzah Sri Isna Wardhani, menjelaskan bahwa SLC bukan sekadar pameran karya, melainkan sebuah instrumen evaluasi yang komprehensif.
“Kegiatan SLC ini bertujuan utama untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak-anak dalam memahami materi pelajaran” terang Sri.
“Lebih dari itu, kami ingin melatih keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), menumbuhkan keberanian tampil percaya diri, serta melatih mereka menjelaskan proyek secara detail sekaligus menjawab pertanyaan” ujarnya.
Persiapan Matang dan Reward Menarik
Sebelum hari pelaksanaan, para siswa telah melewati proses panjang. Pembuatan proyek dilakukan sejak satu bulan lalu, di mana setiap mata pelajaran memiliki jenis proyek yang berbeda-beda, disesuaikan dengan capaian pembelajaran (CP) masing-masing.
Tidak langsung dilepas begitu saja, setelah proyek selesai, ustadz dan ustadzah kelas I memberikan pelatihan khusus.
Mereka diajarkan cara menyampaikan presentasi yang menarik hingga trik menjawab pertanyaan dengan baik dan sopan.
Untuk membakar semangat para siswa, tim guru kelas I telah menyiapkan rewards atau hadiah menarik. Penghargaan ini diberikan kepada anak-anak yang mampu tampil dengan baik, aktif selama kegiatan, serta berani mengajukan pertanyaan kepada temannya.
Tantangan Berbahasa Inggris di Kelas ICP
Ada pemandangan menarik dan luar biasa di ruang kelas International Class Program (ICP). Khusus untuk siswa kelas I Strawberry (kelas ICP), seluruh proses presentasi proyek dan sesi tanya jawab wajib menggunakan bahasa Inggris.
Tantangan ini tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga bagi wali siswa yang hadir.
Orang tua yang ingin mengajukan pertanyaan atau sekadar memberikan apresiasi kepada buah hatinya, diharuskan menyampaikannya dalam bahasa Inggris. Hal ini sukses menciptakan ekosistem berbahasa asing yang interaktif dan natural.
Respon Positif dan Ungkapan Percaya Diri Siswa
Meski masih duduk di bangku kelas I, para siswa menunjukkan antusiasme dan keberanian yang luar biasa. Berbagai tanggapan positif pun mengalir dari para peserta.
Kebahagiaan terpancar dari raut wajah Ananda Esta, siswa kelas 1 Blueberry. “Aku senang sekali bisa cerita tentang proyekku ke teman-teman dan ustadz-ustadzah. Tadi agak deg-degan, tapi seru!” ungkapnya polos.
Senada dengan Esta, Aleetta dari kelas 1 Raspberry juga merasa bangga bisa menyelesaikan tantangannya. “Tadi memah lihat aku maju di depan. Aku bisa jawab semua pertanyaan dari teman-teman dengan lancar” kata Aleetta dengan senyum lebar.
Sementara itu, ketangguhan mental juga ditunjukkan oleh Fagan, siswa kelas 1 Strawberry (ICP).
Menggunakan bahasa Inggris yang fasih, ia membagikan pengalamannya. “I am happy today because I can explain my project in English to my friends and my parents. It’s really fun!” ucap Fagan bangga.
Melalui SLC ini, SDMM Gresik kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun juga berkarakter berani, kritis, dan komunikatif sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments