Kepala SD Musix Munahar M.Pd menjadi inspektur upacara. Foto: SD Musix
pwmu.co -
SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Surabaya menggelar deklarasi anti-bullying dan sekolah ramah anak yang dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada 75 siswa berprestasi, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan aman, sekaligus membentuk generasi unggul dengan karakter Qur’ani dan prestasi akademik maupun non-akademik.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.45 hingga 07.45 WIB ini menjadi momentum penting bagi sekolah melalui Deklarasi Anti-Bullying dan Sekolah Ramah Anak.
Acara ini sengaja digelar bersamaan dengan pemberian penghargaan bagi puluhan siswa yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat lokal, regional, hingga nasional.
Komitmen Karakter Qur’ani
Kepala SD Musix Munahar, SHI, M.Pd, yang bertindak sebagai pembina apel, menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang paling aman bagi tumbuh kembang anak.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa prestasi hanya akan bermakna jika dibarengi dengan akhlak yang mulia.
“Deklarasi ini sangat penting untuk mengingatkan kita semua, seluruh warga sekolah, agar senantiasa saling menyayangi dan menghormati. Kita harus fokus pada prestasi—baik itu akademik, non-akademik, maupun di bidang Al-Qur’an,” ujar Munahar di hadapan peserta apel.
Munahar juga mengatakan, target utama sekolah bukan sekadar mencetak juara, melainkan membentuk pribadi yang berintegritas.
“Yang jauh lebih penting adalah memiliki prestasi namun tetap teguh dengan karakter Qur’ani,” tuturnya secara langsung dalam amanat tersebut.
Suasana deklarasi anti-bullying dan sekolah ramah di SD Musix. Foto: Humas
Prosesi Deklarasi dan Penandatanganan Massal
Puncak acara ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi yang dipandu oleh perwakilan siswa, Muhammad Zidan Almakkah.
Dengan suara lantang, Zidan memimpin teman-temannya membacakan enam poin janji Keluarga Besar SD Musix, yang di antaranya berisi penolakan terhadap segala bentuk perundungan (fisik, verbal, sosial, maupun cyber bullying) serta komitmen menjadi pelindung bagi sesama teman.
Setelah pembacaan naskah, dilakukan penandatanganan naskah deklarasi di atas banner besar yang dibeber di tengah lapangan.
Penandatanganan dilakukan secara simbolis dan kolektif mulai dari Kepala Sekolah, perwakilan siswa (ketua kelas), guru kelas, guru mata pelajaran, karyawan, petugas keamanan (security), petugas kebersihan (OB), hingga perwakilan komite sekolah dan pimpinan persyarikatan.
Banner raksasa yang telah dipenuhi tanda tangan tersebut rencananya akan dipasang di depan sekolah. Hal ini bertujuan sebagai pengingat visual harian bagi siapa saja yang memasuki lingkungan SD Muhammadiyah 6 Surabaya agar selalu menjaga budaya ramah anak.
Apresiasi bagi 75 Siswa Berprestasi
Kebahagiaan pagi itu semakin lengkap saat 75 siswa dipanggil satu per satu ke depan untuk menerima penghargaan. Medali, sertifikat, dan piala diserahkan sebagai bentuk apresiasi sekolah atas dedikasi siswa yang berhasil meraih prestasi di berbagai ajang lomba.
Langkah deklarasi ini tidak muncul secara mendadak. Pihak sekolah sebelumnya telah melakukan koordinasi matang, mulai dari rapat internal guru dan karyawan, sosialisasi langsung ke siswa di kelas-kelas, hingga komunikasi intensif kepada wali murid.
Sebagai langkah konkret pengawalan komitmen ini, SD Musix juga menyediakan kotak saran sebagai saluran pengaduan dan masukan demi menjaga sekolah tetap menjadi “rumah kedua” yang aman.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya membuktikan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai ekosistem pendukung yang membentuk generasi cerdas secara intelektual dan luhur secara budi pekerti. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments