Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, S.K.M., M.Kes., menekankan pentingnya budaya administrasi, dokumentasi, dan publikasi dalam pengelolaan organisasi saat menghadiri Resepsi Milad Aisyiyah ke-109 yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyuwangi di Aula Panglima Soedirman SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi, Ahad (31/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian’ tersebut diisi dengan penyampaian materi terkait penguatan tata kelola organisasi, administrasi, dokumentasi, dan publikasi di lingkungan Aisyiyah.
Dalam sambutannya, Nur Mukarromah menyampaikan bahwa organisasi yang besar tidak cukup hanya melaksanakan berbagai program dan kegiatan, tetapi juga harus memiliki sistem administrasi serta dokumentasi yang baik sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi.
“Pimpinan harus mampu mengerjakan apa yang ditulis dan menuliskan apa yang dikerjakan. Setiap program, kegiatan, dan capaian harus memiliki bukti pertanggungjawaban yang jelas. Jangan hanya menjadi cerita lisan, tetapi harus terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menurutnya, laporan kegiatan, dokumentasi program, pendataan aset, hingga pengelolaan arsip organisasi merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi yang baik. Seluruh aktivitas yang dilaksanakan perlu dicatat dan disimpan secara sistematis agar dapat menjadi sumber informasi dan evaluasi bagi organisasi.
Ia menjelaskan bahwa dokumentasi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar arsip. Dokumentasi juga menjadi bagian dari rekam jejak organisasi dalam menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan dakwah kemanusiaan.
Nur Mukarromah juga menyoroti pentingnya publikasi sebagai bagian dari strategi dakwah dan komunikasi organisasi kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai program yang telah dilaksanakan perlu disampaikan kepada publik agar masyarakat mengetahui kontribusi yang diberikan oleh Aisyiyah.
“Semua harus dipublikasikan. Publikasi akan menentukan positioning Aisyiyah di tengah masyarakat. Publik akan mengetahui apa saja yang telah dilakukan Aisyiyah Banyuwangi, bagaimana perannya dalam pemberdayaan masyarakat, serta kontribusinya dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan peluang yang semakin luas bagi organisasi untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui berbagai media digital. Karena itu, kader dan pimpinan Aisyiyah perlu memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan dan penyebarluasan nilai-nilai dakwah.
“Dakwah digital harus menjadi bagian dari gerakan kita. Melalui publikasi yang baik, wajah Aisyiyah sebagai organisasi perempuan berkemajuan akan semakin terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Mukarromah juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam mendokumentasikan, mempertanggungjawabkan, dan menyampaikan hasil-hasil kegiatan kepada masyarakat.
Melalui peringatan Milad ke-109 ini, ia berharap seluruh jajaran Aisyiyah semakin memperkuat budaya tertib administrasi, dokumentasi, dan publikasi sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments