Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang diselenggarakan di Aula SMK Muhammadiyah 2 Genteng (Stemda), Jalan Hasanuddin Nomor 103, Krajan, Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (31/5/2026), dihadiri berbagai unsur masyarakat dan organisasi. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., hadir secara virtual dan menyampaikan sejumlah pesan terkait peran perempuan, dakwah kemanusiaan, dan pembangunan daerah.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.50 WIB itu diikuti jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimca), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan perempuan di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Ipuk menjelaskan bahwa dirinya mengikuti kegiatan tersebut secara daring karena sedang menjalankan agenda di luar daerah dan dalam perjalanan kembali ke Banyuwangi. Ia juga menyampaikan pengalaman menggunakan transportasi kereta api yang menurutnya semakin memudahkan akses menuju Banyuwangi.
Mengawali sambutannya, Ipuk menyampaikan sebuah pantun kepada peserta yang hadir.
“Menatap fajar di pagi yang indah, ombaknya tenang menyapa nelayan. Selamat dan sukses Milad ke-109 Aisyiyah, gerakan perempuan berkemajuan jadi teladan.”
Dalam pemaparannya, Ipuk menyoroti peran perempuan dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam keluarga maupun kehidupan sosial sehingga perlu terus diberdayakan.
“Memajukan sebuah peradaban tidak akan pernah berhasil tanpa menghadirkan perempuan sebagai tiang utamanya. Banggalah Ibu-ibu bahwa kita ini punya peran sebagai tiangnya dari sebuah rumah besar. Di mana kalau tiangnya ini bengkok atau rusak, maka rusaklah semuanya. Banggalah Ibu-ibu dianggap sebagai sebuah tiang penting dalam sebuah perubahan. Tetapi beban kita juga tidak mudah. Jangan hanya sekadar bangga, tapi kita juga harus punya komitmen bersama untuk bergerak bersama,” pesannya.
Ia juga menyinggung sejarah berdirinya Muhammadiyah dan Aisyiyah. Menurutnya, para pendiri organisasi telah menunjukkan perhatian terhadap pendidikan dan pemberdayaan perempuan sejak awal abad ke-20.

Terkait tema Milad tahun ini, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Ipuk menilai tema tersebut relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dunia saat ini. Ia mengajak kader Aisyiyah untuk terus mengembangkan dakwah kemanusiaan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, upaya mewujudkan perdamaian perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menyampaikan bahwa keluarga yang harmonis dapat menjadi fondasi bagi lahirnya masyarakat yang damai.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi amal usaha Aisyiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang selama ini melayani masyarakat.
Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang menunjukkan angka kemiskinan Kabupaten Banyuwangi berada pada angka 6,13 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi mencapai 75,17 serta pertumbuhan ekonomi daerah berada di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional.
Meski demikian, Ipuk mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama. Ia mendorong kader Aisyiyah untuk berpartisipasi dalam upaya percepatan penurunan stunting, peningkatan kesejahteraan ibu dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, ia juga mengajak lembaga pendidikan Aisyiyah untuk meningkatkan edukasi terkait mitigasi perubahan iklim dan perlindungan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika, minuman keras, serta berbagai perilaku berisiko lainnya.
Menutup sambutannya, Ipuk menyampaikan harapannya agar kader-kader Aisyiyah terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita semuanya nanti mampu membangun peradaban yang besar, tidak hanya dibangun oleh tangan-tangan yang hanya bisa berpangku tangan. Jika dunia global mencari model perempuan yang tangguh, cerdas, beriman, dan berwawasan internasional, maka dunia tidak perlu mencari jauh-jauh. Jawabannya ada pada setiap pribadi perempuan Aisyiyah,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments