Komitmen melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan diwujudkan melalui kegiatan edukasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader bersama Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Madiun bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun.
Kegiatan yang diikuti puluhan remaja putri dan ibu-ibu Aisyiyah tersebut berlangsung di MI Muhammadiyah 1 Madiun, Sabtu (27/6/2026). Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk perdagangan orang (trafficking), faktor penyebab seseorang rentan menjadi korban, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga.
Dalam pemaparannya, dosen Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. Waryatun, menjelaskan bahwa perdagangan orang merupakan kejahatan yang melanggar hak asasi manusia.
“Korban tidak hanya dieksploitasi untuk tujuan ekonomi, tetapi juga dapat mengalami eksploitasi seksual, kerja paksa, perbudakan modern, hingga praktik perekrutan yang disertai penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan. Pelaku umumnya memanfaatkan kondisi ekonomi, rendahnya literasi hukum, serta keinginan korban untuk memperoleh pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai modus perdagangan orang kini semakin beragam, mulai dari tawaran pekerjaan melalui media sosial tanpa informasi yang jelas, perekrutan tenaga kerja tanpa prosedur resmi, hingga bujuk rayu dari orang yang dikenal korban.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi lowongan pekerjaan, memastikan legalitas perusahaan atau penyalur tenaga kerja, serta tidak mudah menyerahkan dokumen pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dr. Waryatun yang juga pegiat perlindungan perempuan dan anak menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya perdagangan orang.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, pendampingan dalam penggunaan media digital, serta peningkatan literasi hukum menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan keluarga menghadapi berbagai bentuk kejahatan berbasis eksploitasi.
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta juga memperoleh kesempatan berbagi pengalaman sekaligus mendalami langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan indikasi perdagangan orang di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga setiap individu dapat berperan aktif melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman TPPO.
Kolaborasi antara Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Madiun dan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur diharapkan dapat terus memperluas edukasi mengenai perlindungan perempuan dan anak.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang sadar hukum, peduli terhadap hak asasi manusia, serta mampu mencegah berbagai bentuk eksploitasi dan kekerasan demi terwujudnya keluarga yang aman, bermartabat, dan berkemajuan.
Kolaborasi ini juga memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Jawa Timur sebagai perguruan tinggi yang terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat serta menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi di Madiun dan sekitarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments