Langit mendung yang menyelimuti Bojonegoro pada Sabtu (1/8/2026) seolah menjadi saksi duka atas kepergian salah satu kader terbaik Muhammadiyah. Kabar wafatnya Dr. H. Roly Abdul Rohman mengejutkan keluarga besar Muhammadiyah, sahabat, kolega, dan masyarakat Bojonegoro.
Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro pada pukul 10.00 WIB.
Kepergian sosok yang dikenal sebagai pendidik, dai, sekaligus intelektual muda Muhammadiyah ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.
Almarhum menempuh pendidikan doktor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro.
Sejak usia muda, beliau mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai guru di MAN 1 Bojonegoro setelah diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, beliau juga aktif berdakwah dan dikenal memiliki perhatian besar terhadap kajian Al-Qur’an serta sejarah Islam.
Bersama keluarga, almarhum menetap di Perumahan Pacul Permai, Bojonegoro.
Beliau meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.
Selain aktif mengajar dan berdakwah, almarhum dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap tradisi literasi.
Salah satu kontribusinya adalah menginisiasi penyusunan buku sejarah Amal Usaha Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro.
Penulis menjadi salah satu yang merasakan langsung semangat beliau dalam menghidupkan sejarah Persyarikatan melalui karya tulis.
Setiap perkembangan penyusunan buku selalu dibahas bersama. Bahkan, beliau mengajak tim melakukan berbagai kunjungan kepada tokoh-tokoh Muhammadiyah di berbagai kecamatan untuk melengkapi data sejarah.
Berkat ketekunan dan kesungguhannya, buku sejarah tersebut akhirnya dapat diterbitkan dan menjadi warisan berharga bagi kader Muhammadiyah.
Di tengah berbagai aktivitas organisasi, almarhum senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam berkhidmat kepada Persyarikatan.
Beliau juga terus mendorong kader, khususnya para anggota Aisyiyah, agar tidak berhenti menulis.
Menurutnya, tulisan menjadi salah satu cara menjaga sejarah agar tetap hidup meskipun penulisnya telah tiada.
Nasihat tersebut menjadi kenangan yang terus membekas bagi siapa pun yang pernah berinteraksi dengannya.
Kepergian Dr. H. Roly Abdul Rohman menjadi kehilangan besar bagi Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.
Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, menempatkannya di sisi terbaik di surga-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.





0 Tanggapan
Empty Comments