Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semangat Tak Mengenal Usia, Pandu HW Tua dari Babat Ramaikan Karnaval Budaya Kebalandono

Iklan Landscape Smamda
Semangat Tak Mengenal Usia, Pandu HW Tua dari Babat Ramaikan Karnaval Budaya Kebalandono
Kegiatan Karnaval Budaya Desa Kebalandono, Babat, Lamongan (Yusup Ismail)
pwmu.co -

Semangat dan antusiasme masyarakat mewarnai Karnaval Budaya Desa Kebalandono yang digelar pada Selasa (18/8/2026). Cuaca panas dan terik di puncak musim kemarau tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Ismail, Pandu Hizbul Wathan (HW) dari Babat. Ia mengikuti karnaval dengan mengendarai becak motor yang telah dihias khusus untuk memeriahkan acara.

Karnaval Budaya Desa Kebalandono yang digelar setiap dua tahun sekali ini berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB dengan mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh lembaga pendidikan di Desa Kebalandono, yakni TK Al Wardah VIII, TK Al Wardah IX, TK Al Mujadid, TK Aisyiyah VIII, KB Aisyiyah II, MI Muhammadiyah 01 Kebalandono, MI Ma’arif NU Kebalandono, dan SD Negeri Kebalandono.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sekitar 40 becak hias yang turut meramaikan iring-iringan.

Selain becak hias, karnaval juga diikuti guru, murid, dan wali murid dengan beragam kostum serta penampilan hiburan yang menambah semarak suasana.

Bagi Ismail, keikutsertaannya dalam Karnaval Budaya Desa Kebalandono menjadi pengalaman yang sangat berarti.

Sebelumnya, ia sempat mengira tidak memiliki kesempatan untuk ikut serta karena kondisi becaknya dinilai kurang layak dibandingkan becak-becak lainnya.

“Awalnya saya kira tidak bisa ikut, karena tidak ada yang berani memakai becak saya. Kondisinya memang terlihat kurang layak,” ungkap Bapak Ismail.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun, harapan itu akhirnya terwujud setelah seorang penyewa becak bersedia menggunakannya. Becak tersebut kemudian diperbaiki dan dihias hingga siap mengikuti karnaval.

“Alhamdulillah, ada yang mau menyewa dan memakainya. Becak saya kemudian diperbaiki dan dihias sampai siap dipakai,” tuturnya.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut. Rasanya senang sekali dapat kesempatan menjadi bagian dari karnaval ini,” tambahnya.

Keikutsertaan Ismail dalam Karnaval Budaya Desa Kebalandono menjadi gambaran bahwa semangat untuk berkarya dan berpartisipasi tidak mengenal usia maupun keterbatasan.

Di tengah cuaca panas dan terik, para peserta tetap menunjukkan antusiasme sepanjang kegiatan berlangsung.

Karnaval Budaya Desa Kebalandono pun tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah keberagaman masyarakat.

Semangat Pandu HW yang ditunjukkan Ismail menjadi salah satu warna tersendiri dalam kemeriahan Karnaval Budaya Desa Kebalandono tahun ini.

Revisi Oleh:
  • Satria - 20/08/2026 00:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu