Siswa kelas 2 SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz), Taman, Sidoarjo, mengikuti pembelajaran matematika yang dikemas melalui permainan dan tantangan pada Rabu (23/9/2026). Menggunakan model Teams Games Tournament (TGT), siswa diajak mengikuti Bottle Flip Battle hingga memecahkan misteri melalui potongan puzzle matematika.
Belajar matematika tidak selalu harus dilakukan dengan duduk, mencatat, dan mengerjakan soal di buku. Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar melalui permainan, tantangan, kerja sama, dan aktivitas bersama teman.
Kegiatan diawali dengan Bottle Flip Battle. Perwakilan dari setiap kelompok secara bergantian mencoba membuat botol berdiri dengan sempurna. Setiap keberhasilan membawa kelompok mendapatkan potongan puzzle yang berisi tantangan matematika.
Setelah memperoleh potongan puzzle, anak-anak bersama kelompoknya mulai membaca dan memahami soal yang tersedia. Mereka berdiskusi, menghitung, dan saling membantu untuk menemukan jawaban.
Potongan-potongan tersebut ternyata menyimpan dua soal matematika. Jawaban dari soal menjadi bagian dari proses untuk menyusun puzzle hingga membentuk gambar yang utuh.
Pembelajaran Interaktif
Avina Rizka Arinda, S.Pd., salah satu guru kelas 2, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat belajar matematika melalui aktivitas yang lebih interaktif.
“Anak-anak tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga diajak bermain, bekerja sama, berdiskusi, dan menyelesaikan tantangan bersama. Dengan begitu, matematika bisa terasa lebih menyenangkan bagi mereka,” tuturnya.
Menurut Vina, penggunaan permainan juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Setiap kelompok memiliki tantangan yang harus diselesaikan bersama sebelum dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak antusias mengikuti permainan dan penasaran dengan potongan puzzle yang mereka dapatkan.
Aulia Sachio dan Athareynand, siswa kelas 2, mengaku senang mengikuti pembelajaran matematika dengan permainan tersebut.
“Aku senang karena ada permainan Bottle Flip dan puzzle. Jadi belajarnya nggak cuma ngerjain soal,” ujar Sachio.
Athareynand juga mengungkapkan bahwa bagian yang paling menarik adalah saat mendapatkan potongan puzzle.
“Aku suka waktu dapat puzzle, soalnya penasaran gambarnya. Jadi pengin cepat selesaiin soalnya,” ungkap Athareynand.
Melalui kegiatan ini, matematika hadir bukan hanya sebagai angka dan hitungan, tetapi juga sebagai pengalaman belajar yang melibatkan kerja sama, ketelitian, keberanian mencoba, dan rasa ingin tahu. Bottle Flip Battle menjadi permainan pembuka, puzzle menjadi misteri yang harus dipecahkan, sementara soal matematika menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments