Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Si Kembar Jadi Maskot Pawai Budaya Nusantara TK ABA II Kota Probolinggo

Iklan Landscape Smamda
Si Kembar Jadi Maskot Pawai Budaya Nusantara TK ABA II Kota Probolinggo
Kepala TK ABA II Kota Probolinggo Sulistyowati, M.Pd. bersama bunda guru TK ABA II Meisya Fayza, Ketua PCA Mayangan Issi Anissa, M.Pd., dan Si Kembar (Foto: Siti Umaimah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dua peserta didik kembar menjadi pusat perhatian saat TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) II Kota Probolinggo mengikuti Pawai Budaya Nusantara PAUD se-Kota Probolinggo, Sabtu (22/8/2026).

Keduanya, Elainneve Kishava Fevziyegane atau Kisha dan Evrennyx Zishyava Feiyyazohura atau Zishya, tampil sebagai maskot pasukan pawai.

Pawai tersebut digelar di depan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo dan diikuti anak-anak PAUD se-Kota Probolinggo. Kehadiran Kisha dan Zishya dengan kostum serta aksesori khas menjadi bagian dari penampilan pasukan TK ABA II.

Keduanya mengenakan aksesori kepala menyerupai mahkota dengan ornamen besar berbentuk bundar di bagian atas. Meski ukurannya cukup besar, aksesori itu dibuat dari bahan ringan sehingga tidak membebani anak-anak.

Saat tiba di titik kumpul, si kembar tampak antusias mengenakan kostum dan perlengkapan maskot. Namun, menjelang keberangkatan dari titik start, suasana hati keduanya berubah. Mereka tidak lagi berkenan mengenakan aksesori kepala berbentuk bundar dan sempat enggan berjalan mengikuti barisan.

Di tengah situasi tersebut, Ibu Issi Anissa, M.Pd., Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Mayangan Kota Probolinggo yang juga orang tua si kembar serta wali murid TK ABA II, mendampingi kedua putrinya sepanjang rute pawai.

Pendampingan itu menjadi bagian dari dukungan orang tua terhadap pengalaman belajar dan sosial anak selama mengikuti kegiatan.

Issi mengaku bersyukur sekaligus bangga melihat anak-anak TK ABA II mengikuti Pawai Budaya Nusantara hingga selesai. Menurutnya, semangat para peserta tetap terjaga meski harus menghadapi rasa lelah dan panas sepanjang perjalanan.

“Alhamdulillah, pawai budaya TK ABA II berjalan lancar dan sukses. Sangat merasa bangga melihat anak-anak tampil penuh semangat dalam Pawai Budaya Nusantara, walaupun tentu ada saja rasa lelah dan panas yang menyertai mereka, namun tetap semangat mengikuti pawai sampai akhir, ini semua berkat kecerdikan bunda guru dalam membaca situasi hati anak-anak dan sigap mengkondisikannya,” ungkapnya.

Sepanjang rute pawai, anak-anak diiringi lagu-lagu Kemerdekaan. Ketika memasuki separuh perjalanan, sejumlah peserta mulai terlihat jenuh dan lelah. Para guru kemudian mengganti musik dengan lagu Gemu Maumere yang telah dikenal dan dihafal anak-anak sebagai musik senam di sekolah.

Iringan lagu tersebut kembali membangkitkan semangat mereka. Anak-anak diajak bergerak mengikuti irama sambil melanjutkan perjalanan dengan penuh kegembiraan.

Menurut Issi, penampilan anak-anak dalam pawai bukan sekadar mengenakan kostum dan berjalan mengikuti barisan. Di balik kegiatan tersebut terdapat proses pendidikan yang mengajarkan keberanian, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya.

“Di balik langkah kecil dan kostum indah mereka, ada cinta pada budaya, keberanian untuk tampil, serta kebersamaan yang begitu berarti. Semoga dari langkah kecil hari ini, tumbuh generasi yang mencintai budaya, menghargai keberagaman, dan bangga menjadi anak Indonesia,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga mengapresiasi para guru TK ABA II yang telah menghadirkan kreativitas dan loyalitas dalam menyiapkan serta mendampingi anak-anak selama kegiatan.

“Terima kasih Bunda Guru TK ABA II, telah menjadikan budaya sebagai pengalaman belajar yang indah dan tak terlupakan,” ujarnya.

Kehadiran Kisha dan Zishya sebagai maskot menjadi salah satu bentuk kreativitas guru dalam mengemas penampilan pasukan pawai agar lebih dekat dengan dunia anak.

Bagi anak usia dini, kostum, aksesori, barisan, hingga perjalanan mengikuti pawai menjadi bagian dari pengalaman belajar. Anak-anak belajar tampil di depan publik, mengikuti aturan, bersosialisasi, bekerja sama, sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.

Semangat, kreativitas, dan loyalitas guru menjadi bagian dari upaya TK ABA II untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran maupun kegiatan sekolah.

Issi berharap semangat tersebut terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi seluruh warga sekolah. Ia juga berharap guru, kepala sekolah, dan seluruh karyawan TK dan KB Aisyiyah Bustanul Athfal II senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan amanah.

Semangat yang terus dijaga, loyalitas, serta komitmen yang kuat diharapkan menjadi modal dalam membesarkan TK dan KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo.

Keikutsertaan TK ABA II dalam Pawai Budaya Nusantara pun menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk tampil, belajar, dan menikmati kebersamaan dalam suasana peringatan HUT ke-81 RI.

Kisah Kisha dan Zishya yang semula antusias mengenakan aksesori maskot, kemudian membutuhkan pendampingan sang ibu, menjadi warna tersendiri dalam perjalanan tersebut. Dari peristiwa sederhana itu, tersimpan gambaran bahwa mendampingi anak usia dini membutuhkan kesabaran, kelembutan, dan pemahaman terhadap suasana hati mereka.

Dari langkah-langkah kecil anak-anak TK ABA II, tumbuh harapan akan generasi yang berani, percaya diri, mencintai budaya, menghargai keberagaman, dan bangga menjadi anak Indonesia.

Revisi Oleh:
  • Satria - 23/08/2026 19:37
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu