Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) yang digagas oleh Majelis Tabligh PWM Jawa Timur terus bergerak menyiapkan kader mubaligh berkualitas di wilayah Tapal Kuda.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di SD Muhammadiyah Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Sebagai bagian dari persiapan, panitia AMM melakukan silaturahim ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (24/4/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah koordinasi sekaligus penguatan sinergi antara PWM Jawa Timur dan PDM setempat.
Tim silaturahim dipimpin oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, KH Abdul Basith, Lc. Turut hadir dalam rombongan antara lain Dr. Sholikh Al Huda, M.Fil.I selaku Direktur AMM sekaligus Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Amsyikul Ma’arif, S.Ag dari Divisi SDI, Ridwan Abu Bakar, M.Ag sebagai sesepuh Majelis Tabligh, serta Budi Utomo sebagai anggota.
Rombongan disambut oleh jajaran PDM Kabupaten Probolinggo yang dipimpin oleh sekretaris PDM, Dwi Rohmadiyanto.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur menegaskan pentingnya keberadaan mubaligh yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga kuat dalam ideologi Muhammadiyah.
Menurutnya, wajah dan citra Muhammadiyah di tengah masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas para mubalighnya.
“Muhammadiyah membutuhkan mubaligh yang berkualitas dan memiliki kekuatan ideologis. Citra Muhammadiyah sangat bergantung pada profil mubalighnya. Maka AMM ini menjadi ikhtiar penting untuk menyiapkan kader tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur AMM Dr. Sholikh Al Huda menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan AMM putaran keempat yang difokuskan pada zona Tapal Kuda.
Wilayah ini meliputi Banyuwangi, Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.
Ia menyebutkan bahwa setiap PDM di wilayah tersebut akan mengirimkan sekitar 10 peserta, sehingga total peserta yang terlibat mencapai 70 orang.
Para peserta nantinya akan mendapatkan pembinaan intensif terkait penguatan ideologi Muhammadiyah, kemampuan dakwah, serta strategi komunikasi keagamaan yang kontekstual.
“AMM ini dirancang sebagai ruang kaderisasi mubaligh yang sistematis. Kami ingin memastikan bahwa setiap mubaligh Muhammadiyah memiliki kompetensi keilmuan, metodologi dakwah, dan pemahaman ideologi yang utuh,” jelasnya.
Kegiatan AMM juga diharapkan mampu menjawab tantangan dakwah kontemporer, termasuk dinamika sosial keagamaan di wilayah Tapal Kuda yang dikenal memiliki keragaman budaya dan karakter masyarakat yang khas.
Pihak PDM Kabupaten Probolinggo menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah sekaligus mendukung penuh pelaksanaan AMM. Dukungan tersebut mencakup koordinasi teknis, mobilisasi peserta, hingga penyediaan fasilitas kegiatan.
Dengan adanya sinergi antara PWM Jawa Timur dan PDM Kabupaten Probolinggo, diharapkan AMM dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata dalam penguatan kader mubaligh Muhammadiyah di Jawa Timur.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar Muhammadiyah dalam menjaga keberlanjutan dakwah yang berkemajuan serta memperkuat peran mubaligh sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments