Suasana Atrium Gressmall, Sabtu (16/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan pengunjung memadati area pusat perbelanjaan tersebut untuk menyaksikan Festival STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digelar SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik.
Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai karya inovatif hasil kreativitas para siswa. Tahun ini, festival mengusung tema besar “SDMM Ramah Iklim” sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap isu perubahan iklim sekaligus upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada generasi muda.
Berbagai produk yang dipamerkan bukan sekadar tugas biasa. Seluruh karya merupakan hasil proses pembelajaran lintas disiplin ilmu yang terintegrasi dalam kegiatan kokurikuler dengan durasi pengerjaan sekitar 126 Jam Pelajaran (JP).
Dalam prosesnya, siswa kelas 1 hingga kelas 6 diajak berpikir kritis melalui pendekatan Design-Based Thinking. Mereka melewati enam tahapan utama secara sistematis, yakni empathize, define, ideate, prototype, test, dan present.
Pendekatan tersebut membantu siswa memahami masalah lingkungan di sekitar mereka, merancang solusi, hingga mempresentasikan hasil inovasi di hadapan publik dan penguji.
Setiap jenjang kelas menampilkan karya dengan tema dan solusi berbeda yang berhasil menarik perhatian pengunjung Gressmall.
Siswa kelas 1 menghadirkan “Lilaberry”, yakni lilin aromaterapi berbahan ramah lingkungan dengan aroma buah beri. Produk ini mengenalkan konsep kimia sederhana sekaligus pemanfaatan bahan alami.
Kelas 2 menampilkan “My Green Bag”, sebuah kampanye pengurangan kantong plastik sekali pakai melalui desain tas belanja ramah lingkungan yang modis dan fungsional.
Sementara itu, siswa kelas 3 masuk ke ranah teknologi melalui “Smart Trash Helper”, yakni prototipe alat bantu pemilah sampah pintar untuk memudahkan masyarakat memisahkan sampah organik dan anorganik.
Pada jenjang kelas 4, siswa memperkenalkan “Aqua Farming”, sistem yang mengombinasikan akuakultur dan pertanian hemat air dalam satu konsep terpadu.
Kelas 5 menghadirkan inovasi bioplastik berbahan organik sebagai solusi mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang sulit terurai. Produk tersebut bahkan aman bagi tanah dan dapat terurai secara alami.
Adapun siswa kelas 6 memamerkan “Eco Vertical Garden”, konsep pertanian vertikal ekologis yang menjadi solusi penghijauan dan ketahanan pangan di lahan terbatas.
Kepala SDMM Gresik, Athiq Amiliyah SPd, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja keras siswa dan pendampingan para guru selama proses pembelajaran berlangsung.
Menurutnya, pembelajaran STEM dengan pendekatan Design Thinking terbukti mampu meningkatkan kemampuan problem solving dan kerja sama tim pada siswa.
Dipilihnya Gressmall sebagai lokasi festival juga menjadi strategi agar pesan “Ramah Iklim” yang dibawa para siswa dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat umum.
Melalui Festival STEM 2026 ini, SDMM tidak hanya sukses menghadirkan pameran edukatif dan kreatif, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam mencetak generasi inovator masa depan yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments