Tak hanya belajar bahasa asing dan budaya internasional, siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) juga mendapat kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada Guest Teacher asal Jepang, Yuya Sato, Jumat (21/8/2026).
Dalam rangkaian program Guest Teacher AIESEC, siswa International Class Smamita mengajak Yuya mengenal beragam jajanan tradisional Indonesia. Kegiatan ini menjadi momen bagi siswa untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Beragam jajanan tradisional diperkenalkan kepada Yuya. Setiap makanan tidak sekadar disajikan untuk dicicipi, tetapi juga dijelaskan nama, bahan, cita rasa, hingga asal-usulnya.
Siswa tampak antusias ketika menjelaskan satu per satu jajanan tradisional tersebut. Mereka berusaha menggunakan bahasa Inggris agar Yuya dapat memahami cerita di balik makanan yang diperkenalkan.
Bagi Yuya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal Indonesia melalui cara yang sederhana, yakni mencicipi makanan yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sebelumnya, Yuya juga mengaku tertarik mencoba berbagai kuliner Indonesia. Setelah beberapa hari berada di Indonesia, soto ayam bahkan menjadi salah satu makanan favoritnya.
Belajar Bahasa Sambil Mengenalkan Budaya
Kegiatan pengenalan jajanan tradisional ini sekaligus menjadi pembelajaran kontekstual bagi siswa International Class. Mereka tidak hanya belajar menyampaikan informasi dalam bahasa Inggris, tetapi juga ditantang untuk memahami dan menjelaskan kembali kekayaan budaya daerah sendiri.
Siswa menyadari bahwa kemampuan berbahasa asing bukan hanya digunakan untuk mengenal budaya negara lain. Bahasa tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Wakil Kepala Smamita bidang Humas, Mokhamad Ikhuwan, S.Pd., mengatakan kehadiran Guest Teacher memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara langsung melalui interaksi lintas budaya.
“Anak-anak tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar bagaimana memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang asing. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Menurutnya, pertukaran budaya seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa ketika berkomunikasi dengan warga negara asing.
Melalui jajanan tradisional, siswa Smamita menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat diperkenalkan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi siswa, mengenalkan jajanan tradisional kepada Yuya bukan sekadar kegiatan mencicipi makanan. Lebih dari itu, mereka sedang belajar menjadi duta kecil budaya Indonesia di lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments