Memohon turunnya hujan sekaligus menjadi momentum muhasabah diri. SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muh1ba) menggelar shalat Istisqa’ bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau panjang yang menyebabkan cuaca panas dan hujan tak kunjung turun.
Kegiatan berlangsung di Dome halaman SMA Muhammadiyah 1 Babat, Jumat (23/10/2026) pagi, mulai pukul 06.30 WIB. Seluruh guru, karyawan, dan siswa mengikuti kegiatan dengan khidmat.
Di bawah sinar matahari pagi yang mulai terasa terik, jamaah menempati saf masing-masing dengan sajadah yang telah disiapkan. Mereka bersimpuh, menundukkan diri, dan memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh makhluk.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib shalat Istisqa’ adalah Ustadz Dzakiyuddin ‘Izzul Haq, S.Psi. Dalam khutbahnya, guru tahfidz SMA Muh1ba tersebut mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan memohon ampunan Allah SWT atas segala dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
“Bisa jadi lamanya hujan tidak turun membasahi bumi, terjadinya bencana alam, dan kebakaran hutan dikarenakan dosa-dosa kita. Maka, marilah kita bersama-sama memperbanyak istighfar kepada Allah,” ungkapnya di atas mimbar.
Mengajak Jamaah Muhasabah Diri
Dalam khutbahnya, Dzakiyuddin juga mengajak jamaah mengambil pelajaran dari kisah umat terdahulu yang mendustakan para rasul. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan QS. Qaf ayat 12–14 yang menyebutkan sejumlah kaum terdahulu, seperti kaum Nuh, Ad, Tsamud, serta penduduk Fir’aun dan Aikah.
Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak mengabaikan peringatan Allah SWT. Momentum kemarau panjang hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta meninggalkan segala bentuk kezaliman.
Istighfar dan taubat, lanjutnya, menjadi bagian penting dari ikhtiar spiritual dalam menghadapi kesulitan. Jamaah diajak untuk tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Nuh ayat 10–11:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”
Di akhir khutbah, ia kembali mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan berdoa agar Allah SWT memberikan hujan yang bermanfaat.
“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat, penuh berkah, dan membawa kebaikan bagi seluruh alam,” tuturnya, yang diamini oleh para jamaah.
Menindaklanjuti Seruan PWM Jawa Timur
Sementara itu, Wakil Kepala SMA Muh1ba Bidang Ismuba, Nia Zahriana, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat Istisqa’ dilatarbelakangi oleh kondisi alam yang telah lama tidak diguyur hujan, disertai cuaca panas yang menyengat.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari seruan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui Majelis Tabligh dan Majelis Tarjih dan Tajdid.
“Shalat Istisqa’ ini adalah tindak lanjut maklumat seruan dari majelis tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemarau panjang turut dirasakan oleh masyarakat di sekitar sekolah, termasuk warga yang menggantungkan aktivitas dan penghidupannya pada sektor pertanian.
“Civitas kami ini juga banyak yang beraktivitas bertani dan mengandalkan hujan yang tidak kunjung turun,” lanjutnya.
Selain sebagai ikhtiar memohon hujan, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para siswa agar mengenal dan memahami salah satu tuntunan ibadah dalam Islam ketika menghadapi kemarau panjang.
“Selain itu, kami juga ingin mengenalkan salah satu amalan shalat yang dilakukan ketika terjadi kemarau panjang untuk meminta turunnya hujan,” imbuhnya.
Nia yang juga menjabat sebagai Ketua PCNA Sekaran berharap pelaksanaan shalat Istisqa’ dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga setiap orang terdorong untuk menjaga dan merawat alam semesta.
Melalui shalat Istisqa’, SMA Muh1ba mengajarkan bahwa menghadapi kemarau panjang tidak hanya membutuhkan ikhtiar lahiriah, tetapi juga doa, taubat, dan kesadaran untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments