SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi terus mematangkan kesiapan tenaga pendidiknya menjelang tahun pelajaran 2026/2027. Melalui In House Training (IHT) hari kedua bertema “Innovate, Inspire, Impact”, sekolah menguatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pembelajaran.
Kegiatan yang digelar di Ballroom SMK Models pada Kamis (9/7/2026) itu berlangsung pukul 08.00–11.20 WIB. Puluhan guru dari berbagai kompetensi keahlian mengikuti pelatihan dengan antusias sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Materi sesi pagi mengangkat tema “AI Teaching: Assistant for Teachers” dengan menghadirkan narasumber Sepyan Purnama Kristanto, S.Kom., M.Kom., AI Engineer Elree System Jepang sekaligus dosen Politeknik Negeri Banyuwangi.
Dalam pemaparannya, Sepyan menjelaskan bahwa pemanfaatan AI di dunia pendidikan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif sehingga guru dapat lebih fokus membangun interaksi dan pembelajaran yang bermakna bersama siswa.
Menurutnya, penguasaan teknologi AI menjadi salah satu kompetensi penting bagi guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan kebutuhan industri masa depan.
Sepyan juga menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyusunan berbagai perangkat pembelajaran sehingga proses persiapan mengajar menjadi lebih efektif.
Dengan demikian, guru memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan kreativitas pembelajaran serta memperkuat pendekatan emosional kepada peserta didik.
Sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (PK), SMK Models terus mendorong seluruh guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan era digital.
Guru Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) SMK Models, Donny Youngki Rangkuti, M.Pd., menilai penggunaan AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Menggunakan AI dalam membuat perangkat pembelajaran adalah langkah yang sangat strategis dan kekinian. Dunia pendidikan bergerak cepat, mengintegrasikan AI untuk menyusun perangkat pembelajaran (seperti analisis CP, Prota, Promes, RPP/Modul Ajar, hingga instrumen asesmen) bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi kerja guru,” ujarnya.
Setelah sesi materi selesai, panitia memberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang aktif mengikuti pelatihan.
Pada pengundian sesi pertama, Etika Yunirasih, S.Pd. dan Erfin Riyanto, S.Pd. berhasil membawa pulang hadiah yang diserahkan langsung oleh Ketua Panitia IHT, Hermi Eka Wulandari, S.Pd.
Melalui pelatihan ini, SMK Models berharap seluruh guru semakin siap mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran sehingga mampu menghadirkan pendidikan vokasi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.





0 Tanggapan
Empty Comments